Kenapa Bendera Merah Putih Diambil saat Rahmat Raih Emas Asian Games?

CNN Indonesia
Minggu, 27 Sep 2026 03:45 WIB
Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas kedua Indonesia dari cabang olahraga angkat besi nomor 74kg putra Asian Games 2026, Sabtu (26/9).  (NOC Indonesia/NMA)
Bendera merah putih sempat diambil panitia saat seremoni medali Asian Games 2026. (NOC Indonesia/NMA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Saat Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas angkat besi Asian Games 2026, ada insiden bendera merah putih diambil panitia, Sabtu (26/9).

Dari video rekaman pertandingan, terlihat salah satu ofisial Indonesia memberikan bendera merah putih kepada Rahmat Erwin di atas podium seusai seremoni pemberian medali di Nagoya City Trade. Tapi, seorang panitia kemudian mengambil bendera tersebut.

Itu bukan insiden satu-satunya. Sebelumnya saat setelah Rahmat memastikan medali emas kelas 75kg putra, juga ada peristiwa bendera merah putih diminta oleh panitia pertandingan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan perwakilan NOC Indonesia yang hadir di lokasi pertandingan, bendera terlalu cepat diberikan. Pasalnya, saat itu Rahmat baru dua kali melakukan clean and jerk.

Meski sudah dipastikan meraih medali emas, Rahmat masih punya satu kesempatan melakukan satu percobaan clean and jerk. Pada akhirnya percobaan ketiga itu tidak diambil.

Namun, ini bukan perlakuan diskriminatif. Mengacu regulasi federasi angkat besi internasional (IWF) bendera para peraih medali memang tidak boleh dibawa dalam prosesi medali.

Hal ini tertuang dalam penjelasan Pasal 6.9 tentang Victory Ceremony. Pada poin kedua Pasal tersebut disebutkan sebagai berikut:

"Seluruh peraih medali, pembawa medali, dan pejabat yang menyerahkan medali berbaris masuk dan menempati posisi mereka di atas panggung. Para peraih medali berbaris di belakang podium dengan mengenakan seragam yang disediakan atau disetujui oleh Federasi Anggota. Para peraih medali dilarang membawa bendera atau benda lain apa pun ke atas panggung selama upacara penyerahan medali berlangsung."

Sementara pada poin ke-11 peraturan IWF tersebut, dijelaskan bawah dalam seremoni tidak diperkenankan membawa benda lain selain pakaian.

"Peserta Victory Ceremony dilarang memanfaatkannya untuk demonstrasi yang bersifat politis, rasial, atau keagamaan," tulis IWF dalam penjelasan soal tata cara seremoni medali. 

[Gambas:Instagram]

Aturan ini diberlakukan IWF sejak 2023 setelah terjadi insiden peraih medali membakar bendera saat seremoni kejuaraan Eropa pada Mei 2023. IWF tidak ingin hal serupa terjadi kembali setelah insiden bendera Albania dan Armenia tersebut.

IWF hanya memperkenankan bendera layar dalam prosesi seremoni. Oleh karena itu pula bendera Indonesia diambil panitia setelah diberikan ofisial kepada Rahmat Erwin saat seremoni. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/ptr)