Jepang Khawatir Dicap Tuan Rumah Terburuk Sepanjang Asian Games

CNN Indonesia
Rabu, 23 Sep 2026 22:40 WIB
FILE PHOTO: Signages of the 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 on display in Nagoya, central Japan May 21, 2026.  REUTERS/Issei Kato/File Photo
Asian Games 2026 diterpa berbagai masalah. (REUTERS/Issei Kato)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 terus mendapat sorotan setelah sejumlah persoalan operasional muncul selama turnamen berlangsung.

Mulai dari akomodasi atlet, makanan, hingga transportasi menjadi keluhan yang membuat Jepang khawatir ajang tersebut dicap sebagai salah satu Asian Games terburuk.

Komite Penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya (AINAGOC) pada Selasa (22/9) merespons sejumlah laporan mengenai kondisi tempat tinggal dan layanan makanan atlet.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satunya berkaitan dengan kekacauan saat sejumlah delegasi menaiki kapal pesiar yang digunakan sebagai salah satu tempat akomodasi atlet.

Untuk menekan biaya penyelenggaraan, panitia memang tidak membangun satu kompleks perkampungan atlet seperti pada beberapa edisi sebelumnya.

Atlet dan ofisial ditempatkan di sejumlah hotel, unit kontainer sementara dari kayu, serta kapal pesiar. Namun, sistem akomodasi tersebut justru ikut memunculkan sejumlah persoalan selama Asian Games berlangsung.

AINAGOC membantah bahwa keterlambatan proses naik kapal disebabkan oleh kegagalan mereka memasukkan informasi akomodasi ke dalam sistem.

Panitia menyebut masalah tersebut lebih berkaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dokumen sejumlah delegasi yang belum lengkap. Mereka juga mengatakan akan terus berkoordinasi dengan pihak penyedia layanan agar penerimaan delegasi berjalan lebih lancar.

Masalah lain muncul terkait layanan makanan di lokasi pertandingan teqball. AINAGOC mengaku mengetahui adanya kritik di media sosial mengenai kualitas makanan, tetapi menyatakan makanan yang dipersoalkan tersebut bukan disediakan langsung oleh panitia. Dalam informasi resminya, perusahaan Australia Global Hospitality Group K.K. Japan sebelumnya ditunjuk sebagai salah satu pemasok resmi Asian Games dan Asian Para Games.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, keterlibatan perusahaan asal Perancis, GL Events, juga menjadi sorotan. Perusahaan yang berbasis di Lyon itu terlibat dalam berbagai aspek penyelenggaraan, termasuk desain venue, pembangunan infrastruktur, akses, akreditasi, hingga seremoni kemenangan.

Dalam laporan yang dikutip SCMP, seorang sumber dari industri acara mengeluhkan adanya kekhawatiran dari pihak lokal yang disebut tidak selalu mendapat respons.

Masalah tidak hanya dirasakan dalam akomodasi. Kontingen Korea Selatan juga mengalami gangguan transportasi. Tim basket putra Korea Selatan bahkan memindahkan akomodasinya dari unit kontainer ke hotel setelah menilai tempat tersebut terlalu sempit dan salah satu unit mengalami kebanjiran. Mereka juga sempat membatalkan sesi latihan sebelum menghadapi Jepang karena shuttle bus tidak datang.

Chef de mission Korea Selatan, Lee Sang-hyun, meminta panitia dan Olympic Council of Asia (OCA) tidak berhenti pada permintaan maaf. Ia menilai diperlukan langkah konkret agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Menurut Lee, delegasinya bahkan telah meminta pertemuan dengan pejabat senior penyelenggara untuk membahas masalah yang dialami atlet Korea Selatan.

Rangkaian persoalan tersebut akhirnya memunculkan kekhawatiran mengenai citra Jepang sebagai tuan rumah. SCMP mencatat adanya peringatan bahwa jika masalah terus berlanjut, Aichi-Nagoya 2026 berisiko dikenang sebagai "Asian Games terburuk" dalam sejarah. Dengan pertandingan yang masih berlangsung, perhatian kini tertuju pada kemampuan panitia memperbaiki persoalan operasional sebelum turnamen berakhir.

[Gambas:Video CNN]

(nam/nam/jun)