Pasangan baru Bagas Maulana/Apriyani Rahayu harus memulai kembali perburuan poin dari nol usai resmi beralih ke sektor ganda campuran.
Sebelumnya, Bagas/Apri merupakan pebulutangkis yang berkecimpung lama di nomor ganda putra dan ganda putri. Kini keduanya harus bekerja dua kali lebih keras buat memupuk perolehan poin mereka.
Hal itu disebabkan lantaran sistem poin ranking BWF melekat pada kombinasi pasangan dan nomor pertandingan, bukan pada individu pemain. Poin besar yang sudah dikoleksi Bagas di ganda putra maupun Apriyani di ganda putri pun tidak bisa dibawa ke sektor baru ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena poin kami di ganda campuran enggak ada. Jadi memang kami harus ekstra banget sih, saya dan Bagas juga gitu. Memang harus benar-benar hasilnya yang bagus banget, bukan bagus doang, tapi bagus banget, karena itu modal buat poin kita," ujar Apriyani saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/9).
"Iya, untuk tahun depan, kami harus berjuang lebih keras, karena ini demi Indonesia juga kan," kata Bagas menimpali.
Meski harus mengulang dari nol, keduanya mengaku tak merasa terbebani meski berstatus pemain senior. Bagas/Apriyani justru memandangnya sebagai kesempatan baru.
"Ini tuh perubahan baru, tantangan baru. Jadi, ya kenapa aku enggak ambil? Karena aku ngerasa aku masih bisa. Aku juga masih mau banget belajar lagi," ucap Apriyani.
"Ya sebenarnya dilihat dari situ [sektor sebelumnya] memang sudah matang, cuma kita harus kembali lagi berpikir jangan seperti itu. Ini sebenarnya enggak apa-apa, ya emang udah, jalannya aja sih buat kita," sambung Bagas.
Bagas/Apriyani baru menjalani lima hari latihan usai dipasangkan pelatih Nova Widianto. Keduanya bakal memulai debut di turnamen Surabaya International Challenge 2026, 22-27 September mendatang.
(afr/afr/jun)