Wimbledon mengambil sikap tegas dengan memboikot kedatangan influencer yang membuat konten usai kontroversi di US Open 2026.
Pihak penyelenggara menyatakan tidak akan menerbitkan akreditasi kepada influencer atau kreator konten untuk edisi tahun depan.
"Wimbledon tidak berencana memfasilitasi akreditasi kepada influencer untuk edisi musim panas tahun depan demi menghindari masalah di US Open tahun ini, seperti dilaporkan Asosiasi Pewarta."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan sikap Wimbledon ditengarai berkaitan erat dengan momen para atlet, Naomi Osaka dan Coco Gauff meminta penonton untuk menjaga etika karena pertandingan terganggu," tulis laporan Clutch Points.
Dalam pertandingan Naomi Osaka melawan Anastasia Zakharova di babak pertama US Open 2026, umpire pertandingan sempat meminta sejumlah orang untuk duduk karena menggunakan cahaya flash untuk merekam video saat pertandingan berjalan.
"Menurut saya jika Anda datang ke pertandingan olahraga, Anda harus menghormati olahraga tersebut. Dan saya merasa bahwa hal ini merupakan pemahaman umum dalam olahraga terutama soal etika," ujar Naomi.
"Saya merasa ini mestinya jadi hal baik ketika olahraga seperti tenis bisa populer bagi penonton tertentu, tapi saya pikir seharusnya hal ini bisa lebih baik, terutama di situasi pertandingan di babak pertama ini," ia menambahkan.
Sebanyak 100 influencer dikabarkan mendapat izin untuk datang dan membuat konten di US Open 2026. Persoalan seperti berdiri bukan pada waktunya dan menggunakan cahaya berlebihan hanya contoh kecil dari masalah dalam konteks ini.
Sebab petenis peringkat satu di dunia saat ini, Aryna Sabalenka sempat melapor ke umpire pertandingan saat menghadapi Kamilla Rakhimova karena mencium aroma ganja dari arah tribune penonton.