Trump dan Argentina Beri Dukungan, Kans Infantino Lengser 21 Persen

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Agu 2026 19:01 WIB
Peluang Gianni Infantino lengser dari FIFA tersisa 21 persen.
Peluang Gianni Infantino lengser dari FIFA tersisa 21 persen. (REUTERS/Luisa Gonzalez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persentase Gianni Infantino lengser dari jabatan presiden FIFA turun jadi 21 persen setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) memberikan dukungan.

Gianni Infantino masih berada di kursi panas presiden FIFA usai rencana penjualan saham Piala Dunia berujung kontroversi.

iming-iming uang besar kepada pendukung rencana penjualan saham itu kandas usai UEFA menentang keras. Concacaf dan AFC dan sejumlah asosiasi anggota FIFA mengikuti langkah UEFA.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ujungnya, Infantino membatalkan rencana penjualan saham tersebut. Akan tetapi pertentangan terhadap pria berdarah Swiss-Italia itu tetap berlanjut.

Infantino kini didesak mundur dari presiden FIFA dan diupayakan tidak maju dalam pemilihan pada Maret 2027 mendatang. Dikutip dari Yahoo berdasarkan laporan Kalshi, pada 10 Agustus kemungkinan Infantino akan lengser berada pada angka 50 persen.

Akan tetapi setelah muncul dukungan dari Donald Trump, Asosiasi Sepak Bola Meksiko, dan Argentina, peluang itu turun menjadi 21 persen.

Baru-baru ini Trump menyebut FIFA bisa membuat kesalahan fatal jika mengganti Infantino yang dianggap sukses menggelar Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.

Asosiasi Sepak Bola AS sendiri disebut mendukung Concacaf menentang Infantino. Namun tidak semua anggota Concacaf bersuara bulat, Meksiko tetap memberikan dukungan untuk Infantino.

Selain itu, Conmebol (Amerika Selatan), CAF (Afrika), dan OFC (Oseania) jadi tiga konfederasi yang mendukung Infantino.

Ancaman terbesar Infantino saat ini ada pada UEFA. Badan sepak bola Eropa itu bahkan berencana boikot dari ajang yang digelar FIFA jika Infantino tidak mundur dari jabatan, termasuk untuk Piala Dunia Wanita pada 2027 mendatang.

[Gambas:Video CNN]

(sry/nva)