Kejuaraan Dunia 2026: Jangan Biarkan Puasa Gelar Terus Berlanjut

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 18:55 WIB
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri saat berduel melawan wakil Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada babak final China Open 2026 di Jiangsu, Minggu (26/7).
Fajar/Fikri jadi salah satu andalan Indonesia di Kejuaraan Dunia. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Badminton Indonesia sedang mengalami krisis dan puasa gelar panjang di Kejuaraan Dunia. Hal itu tentu harus dijadikan motivasi untuk memutus puasa gelar tersebut di edisi kali ini.

Indonesia terakhir kali punya juara dunia pada 2019. Saat itu Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merebut gelar juara dunia di nomor ganda putra.

Usai momen tersebut, Indonesia kesulitan untuk bisa kembali berjaya. Setelah pemain Pelatnas Cipayung absen di edisi 2021, pemain-pemain Indonesia juga tidak bisa jadi juara di edisi 2022, 2023, 2025, dan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terhitung sejak 2019, Indonesia berarti sudah menunggu tujuh tahun untuk bisa kemabli memiliki juara dunia. Ini adalah rentang waktu terlama sejak Kejuaraan Dunia selalu digelar tiap tahun kecuali tahun Olimpiade.

Puasa gelar terlama sebelumnya ada di edisi 2007 hingga 2013. Saat itu Nova Widianto/Liliyana Natsir juara dunia edisi 2007 dan Indonesia baru kembali memiliki juara dunia kembali di edisi 201e lewar Tontowi Ahmad/Liliyana Natisr dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan

Dari segi di atas kertas, peluang terbaik untuk merebut gelar juara dunia tahun ada di puncak Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Jonatan Christie. Keduanya masuk dalam jajaran unggulan papan atas. Terkhusus untuk Fajar/Fikri, mereka bahkan baru saja juara di Jepang dan China yang merupakan dua turnamen terakhir sebelum Kejuaraan Dunia berlangsung.

Selain itu, ada pemain-pemain Indonesia yang berpotensi membuat kejutan. Putri Kusuma Wardani, Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum dan Alwi Farhan masuk kategori pemain yang punya peluang membuat kejutan.

Pada Kejuaraan Dunia 2025, catatan Indonesia adalah raihan satu medali perunggu. Medali perunggu diraih oleh Putri Kusuma Wardani.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)