Media Vietnam Sesumbar Malaysia Akan Bernasib Serupa Indonesia

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 14:21 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchell Lee Baker (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Vietnam Xuanh Manh Pham (kedua kiri) pada pertandingan Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/8/2026). A
Media Vietnam singgung kekalahan Timnas Indonesia jelang lawan Malaysia. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Media Vietnam sesumbar bisa menghancurkan mimpi Malaysia seperti yang dialami Timnas Indonesia di Piala AFF 2026.

Vienam bakal berhadapan dengan Malaysia dalam semifinal Piala AFF 2026. Laga leg pertama akan digelar di Stadion Kuala Lumpur, Sabtu (15/8).

Soha menilai Malaysia harus belajar banyak dari kekalahan yang dialami Indonesia. Skuad Garuda yang dihuni para pemain muda serta ambisi besar masih tidak mampu mengalahkan Vietnam di Stadion Pakansari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Media lokal Vietnam itu menilai kemenangan telak 3-0 yang diraih Vietnam atas Indonesia 3-0 bukan sebuah kebetulan. Vietnam menunjukkan dominasi, organisasi pertahanan yang lebih baik, dan transisi lebih cepat.

Indonesia sempat menguasai bola dan melakukan tekanan, namun justru tim arahan Kim Sang Sik yang mampu menciptakan serangan lebih efektif dan mematikan.

"Hal inilah yang perlu mendapat perhatian khusus dari Malaysia. Mereka juga memiliki kekuatan yang cukup mirip dengan Indonesia, yaitu kebugaran fisik, kecepatan, dan kemampuan direct play, serta agresivitas bola."

"Namun, jika mereka mengandalkan faktor-faktor tersebut saat menghadapi Vietnam, maka Malaysia bisa saja terjebak dalam situasi yang sama seperti Indonesia," tulis Soha.

Setelah kalah dari Vietnam, Indonesia hanya mampu meraih hasil imbang lawan Singapura di laga terakhir. Hasil ini membuat Indonesia tersingkir dan membuka jalan bagi Singapura untuk mendampingi Vietnam di semifinal.

Vietnam kini bukan lagi tim yang mendominasi lewat penguasaan bola. Mereka mampu secara proaktif melepas penguasaan bola, menunggu lawan maju menyerang lalu melancarkan serangan balik yang tajam.

Selain itu, tim arahan Kim Sang Sik juga memiliki kualitas mumpuni untuk membangun serangan saat lawan menerapkan pertahanan rapat. Selain itu, The Golden Star Warriors tidak hanya bergantung pada satu skenario untuk menundukkan lawan-lawannya.

Soha mengingatkan Malaysia jangan meremehkan kemampuan serangan balik Vietnam. Mereka harus mewaspadai ruang kosong di belakang lini tengah seperti yang dilakukan saat menundukkan Indonesia.

Harimau Malaya juga disarankan tidak terlalu mengandalkan kekuatan fisik pemain. Hasil pertandingan semifinal akan ditentukan kemampuan membaca permainan, ketenangan, dan kualitas pemain di momen-momen krusial.

Dalam pertandingan 90 menit, Malaysia mungkin dapat bermain apik selama 60 menit. Namun, hilangnya konsentrasi selama lima menit bisa mengubah segalanya.

"Saat menghadapi Vietnam, Malaysia harus bermain dengan ketenangan penuh. Indonesia sempat mengira bisa mengimbangi Vietnam, namun akhirnya mereka takluk 0-2 dan tersingkir di fase grup."

"Meski memiliki tekad yang kuat, Indonesia tak berdaya menghadapi kekuatan "Golden Star Warriors. Sangan mungkin Malaysia akan mengalami nasib serupa," urai analisis Soha.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/sry)