FIFA ASEAN Cup Terjebak di Pusaran Boikot UEFA, AFC, CONCACAF

CNN Indonesia
Kamis, 13 Agu 2026 14:40 WIB
Thumbnail VIDEO: Momen Gianni Infantino Luncurkan FIFA ASEAN Cup
Gianni Infantino (kiri) saat penandatanganan memorandum of understanding FIFA ASEAN Cup dengan pemimpin ASEAN. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia --

FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia terjebak dalam pusaran politik dan boikot AFC, UEFA, dan CONCACAF.

Mundurnya India dari FIFA ASEAN Cup 2026, setelah sempat menyatakan persetujuan ke FIFA, dinilai sebagai tanda. India disebut sebagai salah satu pendukung sikap AFC ke FIFA.

Dalam pernyataan resminya, Rabu (12/8), federasi sepak bola seluruh India (AIFF) membatalkan keikutsertaan dalam FIFA ASEAN Cup 2026 karena akan beruji coba dengan Brasil. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan uji coba India dengan Brasil baru tercapai pada awal Agustus ini, setelah ramai pertikaian FIFA dengan UEFA, AFC, dan CONCACAF terkait penjualan saham Piala Dunia.

Dari tarung wacana yang ramai di media sosial, utamanya di X, diterka India batal menjadi peserta FIFA ASEAN Cup 2026 karena bagian dari dorongan AFC yang berkonfrontasi dengan FIFA.

Dengan batalnya India, tidak banyak negara yang bisa jadi pengganti. Saat ini sejumlah negara telah menetapkan lawan tanding dalam kalender internasional periode September-Oktober. 

Konflik FIFA dengan UEFA, AFC, dan CONCACAF semakin menganga setelah Gianni Infantino, Presiden FIFA, menolak mundur seperti tuntutan surat terbuka UEFA, AFC, dan CONCACAF. 

Ketiga konfederasi sepak bola ini lantas mengancam tidak akan ambil bagian dalam segala rangkaian kegiatan FIFA yang dilancarkan Infantino. Program terdekat itu adalah FIFA ASEAN Cup.

Masalahnya, federasi sepak bola ASEAN (AFF) sebagai anggota AFC, tak sepenuhnya bergandengan dengan sikap AFC. Suara ASEAN pecah soal dukungan kepada AFC melawan FIFA.

Beberapa negara yang secara terbuka memilih berseberangan dengan AFC terkait Infantino adalah Indonesia, Filipina, dan Timor Leste. Ketiganya memutuskan tetap mendukung Infantino.

Pada satu sisi, FIFA ASEAN Cup juga dianggap sebagai produk politik. Ajang ini digelar FIFA setelah penandatanganan memorandum of understanding dengan pemimpin ASEAN, bukan anggota AFF. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jun)