Pengamat Beber 5 Poin Krusial Herdman di Singapura vs Indonesia

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 05:56 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia berfoto bersama sebelum laga melawan Timnas Kamboja pada pertandingan Grup A ASEAN Championship atau Piala AFF 2026 di Stadion Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/
Timnas Indonesia sudah menjalani tiga laga dalam fase grup Piala AFF 2026. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengamat sepak bola Supriyono Prima membeberkan lima poin krusial yang wajib diperhatikan pelatih John Herdman jelang laga Indonesia melawan Singapura di Piala.

Pertandingan Singapura vs Indonesia digelar pada Jumat (6/8) di Stadion Jalan Besar, Singapura, pukul 20.00 WIB. Ini jadi laga hidup mati kedua tim untuk memastikan tiket semifinal.

Laga tandang ini menjadi ujian berat usai skuad Garuda menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam di Stadion Pakansari. Supriyono menilai Herdman harus segera membenahi kedalaman skuad serta organisasi permainan demi memetik hasil maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin pertama yang disorot adalah kejelian pelatih dalam menentukan komposisi 11 pemain mula di lapangan. Juru latih asa Inggris itu diminta tidak lagi bereksperimen dan wajib hukumnya menurunkan pilar yang benar-benar sesuai kebutuhan tim.

"Ini kan laga enggak main-main nih. Pemilihan starting eleven tuh harus penting, harus benar-benar selektif lah, harus benar-benar sesuai kebutuhan," ujar Supriyono saat dihubungi CNN Indonesia.com, Kamis (6/8) siang.

Kemudian pada unsur kedua Supriyono menekankan pentingnya perbaikan transisi dari posisi menyerang ke bertahan secara disiplin. Sektor kanan pertahanan Merah Putih dinilai menjadi titik lemah yang berulang kali mudah dieksploitasi lawan.

Catatan ketiga berfokus pada ketegasan skema set defense saat menghadapi gempuran lawan. Herdman dituntut menentukan garis pertahanan yang jelas, baik menerapkan pola bertahan di area tengah atau di area dekat kotak penalti.

"Artinya transisi dari menyerang ke bertahan itu harus lebih diperbaiki. Kemudian set defense-nya juga harus jelas. Di mana garis pertahanannya, atau menunggu di tengah dengan middle block atau di low block," kata Supriyono.

Poin keempat berkaitan erat dengan kecermatan memanfaatkan setiap momentum untuk mencetak gol. Kegagalan mengonversi peluang bersih menjadi gol diakui bakal meningkatkan tekanan psikologis bagi para pemain.

Adapun di poin terakhir Herdman dituntut menerapkan pendekatan taktik tepat dan matang. Keseimbangan antar-lini menjadi kunci utama agar moril serta kepercayaan diri penggawa Garuda kembali bangkit.

"Pendekatan taktikalnya harus tepat. Kalau pendekatan taktikalnya harus tepat, mudah-mudahan satu gol itu bisa menaikkan moril kemudian lebih percaya diri," imbuh eks timnas jebolan PSSI Primavera itu.

[Gambas:Video CNN]

(afr/nva)