Final Piala Presiden Tanpa Suporter Persib dan Persebaya
Final Piala Presiden 2026 antara Persib vs Persebaya dipastikan bakal bergulir tanpa kehadiran penonton maupun suporter di dalam stadion.
Kebijakan ini diambil berdasarkan hasil koordinasi ketat panitia penyelenggara bersama jajaran kepolisian daerah. Laga krusial yang mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Kamis (6/8).
Anggota Steering Committee Piala Presiden Arya Sinulingga menegaskan bahwa keputusan menggelar laga tanpa penonton merupakan kesepakatan bersama. Langkah tersebut juga telah mengantongi surat rekomendasi tegas dari Mabes Polri demi menjaga kondusivitas wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil koordinasi dan pertemuan dengan berbagai pihak eksternal maupun dengan panitia, dengan kesepakatan bersama bahwa penyelenggaraan tanpa dihadiri penonton dan suporter," ujar Arya.
"Kemudian hasil rekomendasi ini disampaikan ke Mabes Polri, dan Mabes Polri mempertegas bahwa memang hasil koordinasi kami itu laga berlangsung tanpa penonton dan suporter," tambahnya.
Kendati digelar secara tertutup bagi suporter, pihak pengamanan tetap menerjunkan ribuan personel gabungan di kawasan stadion. Sebanyak 1.284 personel dikerahkan untuk mengawal ketat jalannya laga, mulai dari unsur kepolisian, TNI, hingga steward.
Arya merinci kekuatan keamanan tersebut mencakup 1.042 personel Polri, 48 personel TNI, 42 personel Pemda, serta 152 petugas keamanan adat Bali. Penjagaan ekstra disiagakan guna mengantisipasi pergerakan massa di luar area arena pertandingan.
"Jadi totalnya ada 1.284 personel untuk menjaga keamanan di baik di stadion maupun di sekitarnya," kata Arya.
"Di situ ada poin 2E [surat dari kepolisian] bahwa hasil koordinasi secara internal dan eksternal dengan panitia penyelenggara memutuskan untuk merekomendasikan kegiatan babak semifinal dan final tanpa dihadiri penonton dan suporter," sambungnya.
Pihak penyelenggara mengimbau seluruh pendukung kedua tim untuk tidak nekat datang ke Gianyar dan memilih menyaksikan pertandingan melalui layar kaca. Transparansi keputusan ini diharapkan dapat dipahami demi kelancaran serta keamanan bersama.
(afr/afr/rhr)