Asosiasi Sepak Bola Palestina: FIFA Terlibat Genosida
Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) melancarkan kritik keras kepada FIFA yang tidak berbuat apa-apa terhadap Israel yang telah membunuh ribuan pelaku sepak bola.
PFA menyebutkan lebih dari 1.013 orang yang terdiri dari pemain, staf, pejabat, dan anggota komunitkas di seluruh sepak bola Palestina tewas karena FIFA menunda tindakan yang sudah dikeluhkan sejak lama.
PFA menganggap FIFA telah gagal menegakkan aturan dalam kasus Israel. Menurut PFA, dilansir dari Anadolu, ketiadaan aksi dari FIFA selama bertahun-tahun berujung pada kehancuran sepak bola Palestina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diam ketika genosida terjadi sama dengan keterlibatan," tulis PFA dalam sebuah pernyataan.
Palestina juga menilai FIFA hanya sekadar berjanji tanpa berbuat apa-apa.
Selain kehilangan ribuan nyawa yang memiliki mata pencaharian di lapangan hijau dan sekitarnya, genosida Israel membuat stadion, fasilitas latihan, dan infrastruktur sepak bola hancur lebur.
Pernyataan PFA tersebut tidak mendapat komentar balasan dari FIFA.
Meski gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025, hingga kini Israel terus melanjutkan serangan ke Gaza dan menewaskan setidaknya 1.250 warga dan melukai 4.110 orang.
Gencatan senjata terjadi dua tahun setelah genosida yang dilancarkan Israel pada Oktober 2023.
Serangan brutal itu menyebabkan 90 persen infrastruktur sipil porak poranda dan PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai US$70 miliar atau sekitar Rp1,2 triliun.
(nva/sry)