Pernyataan PBSI soal Dugaan Pelanggaran Integritas Pemain Indonesia

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 23:30 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI Ricky Subagja dalam Konferensi Pers Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Jakarta, Selasa (26/11). (CNN Indonesia/Muhammad Ikhwanuddin)
Sekjen PBSI, Ricky Subagja saat hadir di sebuah acara. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan dukungan penuh akan langkah yang diambil BWF terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

Mengacu rilis resmi yang dibagikan pada Senin (3/8) malam WIB, PBSI memastikan akan menghormati proses yang berjalan. PBSI juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses peradilan independen yang tengah dilakukan oleh BWF.

"PP PBSI mengetahui bahwa BWF saat ini sedang menjalankan proses pengadilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulutangkis serta menghormati independesi proses yang sedang berlangsung," bunyi pernyataan resmi PBSI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF."

PBSI juga memastikan akan patuh terhadap regulasi dan berpegang pada komitmen demi menjaga integritas. Koordinasi dengan pihak BWF akan terus dilakukan.

"PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulutangkis," tulis PBSI.

Terpisah dari soal dugaan pelanggaran integritas itu, PBSI melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026. Pasangan ganda campuran, Jafar Hidayatullah//Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026.

"Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi dalam memastikan seluruh proses administrasi dan keikusertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai dengan regulasi serta mekanisme yang berlaku."

[Gambas:Video CNN]

(jal/abs)