CONCACAF Tolak Proposal FIFA soal Ide Jual Saham Piala Dunia

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 07:20 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Pi
CONCACAF menolak ide FIFA terkait penjualan saham Piala Dunia. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Sepak Bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia (CONCACAF) menolak proposal ide penjualan saham Piala Dunia ke pihak swasta.

Keputusan itu didapat setelah CONCACAF menggelar rapat pada Kamis (30/7) waktu setempat. Dalam rapat itu, 41 negara anggota CONCACAF mencapai kesepakatan untuk menolak ide penjualan saham Piala Dunia.

"Menolak proposal," tulis CONCACAF dalam rilis resmi mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CONCACAF lalu menulis butir pernyataan sikap mereka lainnya. Mereka meminta perwakilan yang duduk di dewan FIFA untuk mendorong pemberian dana untuk pengembangan sepak bola di wilayah CONCACAF.

Selain itu mereka juga menugaskan anggota dewan mereka untuk mengingatkan Presiden FIFA Gianni Infantino agar selalu bertindak dengan statuta FIFA sebagai pedoman.

"Menugaskan anggota dewan FIFA untuk berdialog dengan FIFA guna menentukan bagaimana cadangan [dana] FFIA bisa digunakan untuk meningkatkan pendanaan FIFA Forward untuk pengembangan sepak bola di wilayah kami."

"Menugaskan anggota dewan FIFA untuk menginstruksikan Presiden FIFA agar memastikan semua hal [yang diputuskan] melalui proses tata kelola yang tepat melalui staf dan dewan FIFA, sesuai dengan statuta FIFA," tulis CONCACAF.

FIFA di bawah Presiden Gianni Infantino membuat rencana mengejutkan soal ide penjualan saham kompetisi FIFA termasuk Piala Dunia di dalamnya ke investor swasta. Infantino bahkan memberikan deadline agar tiap negara secepatnya membuat keputusan.

Tak hanya itu, Infantino juga mengingatkan bahwa negara yang tidak mendukung proposal ini, tidak akan mendapat dana US$40 juta saat proposal dan ide ini jadi kenyataan.

[Gambas:Video CNN]

(ptr)