PIALA DUNIA 2026

IFAB Ungkap Kesalahan VAR Argentina vs Swiss: Embolo Tak Kartu Merah

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 13:35 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Argentina v Switzerland - Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, U.S. - July 11, 2026
Switzerland's Breel Embolo is shown a red card by referee Joao Pinheiro after a VAR review REUTERS/Alb
Breel Embolo mendapat kartu merah dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Swiss. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia --

International Football Association Board (IFAB) menyatakan Breel Embolo seharusnya tak mendapat kartu merah dalam laga Argentina versus Swiss.

IFAB menyatakan ada kesalahan penggunaan video assistant referee (VAR) dalam pertandingan Swiss versus Argentina pada perempat final Piala Dunia 2026, 11 Juli lalu.

Embolo mendapat kartu kuning kedua pada menit ke-74. Karena tampil dengan 10 pemain, akhirnya Swiss kalah 1-3 pada babak tambahan waktu dua kali 15 menit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam edaran IFAB disebutkan bahwa kartu kuning, bukan kartu kuning kedua, hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran.

Klarifikasi IFAB ini memberikan pencerahan baru mengenai beberapa keputusan wasit selama Piala Dunia 2026. VAR diberikan wewenang yang lebih luas selama kompetisi.

Seandainya aturan ini diterapkan dengan benar, kartu merah Embolo di perempat final Piala Dunia 2026 tidak akan terjadi. Pertandingan pun bisa berakhir dengan hasil berbeda. 

Awalnya, Leandro Paredes diberi kartu kuning karena pelanggaran terhadap pemain Swiss. VAR lantas dipakai untuk mengidentifikasi kesalahan wasit. Protokol ini yang dinilai IFAB tidak sesuai.

Dampaknya, Embolo menerima kartu kuning kedua, yang mengakibatkan pengusirannya pada menit ke-74, sedangkan kartu kuning kepada Paredes otomatis dibatalkan.

"Kesalahan yang dilakukan oleh VAR dan wasit dalam situasi ini adalah mereka seharusnya tidak membatalkan hukuman awal, karena tidak ada kesalahan mengenai identitas pemain."

"Dalam kasus ini, wasit seharusnya mengubah alasan penggunaan VAR, yang tidak dilakukan, sehingga terjadi penyalahgunaan bantuan video," tulis media Prancis Lequipe soal edaran IFAB. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/rhr) Add as a preferred
source on Google