Timnas Indonesia Diminta Adaptasi Evolusi Penyerang Modern
Perubahan tren taktik sepak bola modern yang tak lagi terfokus pada penyerang murni dinilai menuntut Timnas Indonesia untuk segera beradaptasi.
Pergeseran peran nomor sembilan dari hanya sekadar pencetak gol berubah jadi pemain yang wajib aktif dalam skema. Secara tidak langsung ini mendesak John Herdman dan jajaran pelatih untuk menyesuaikan gaya permainan, tak terkecuali jelang laga di Piala AFF 2026.
Dua legenda Tim Merah Putih, Bambang Pamungkas dan Cristian Gonzales, menyoroti perbedaan mencolok antara era mereka bertanding dengan tuntutan masa kini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di era saya dan El Loco bermain, mungkin sistemnya berbeda. Kebanyakan tim menggunakan dua penyerang [tengah]. Sedangkan sekarang, hampir semuanya menggunakan satu penyerang, dan itu pun tidak banyak yang berfungsi murni sebagai target man," kata Bepe.
"Memang itu tuntutan zaman, di mana sepak bola sekarang sudah begitu menuntut aspek fisik, sistem, dan kecepatan yang membuat sepak bola menjadi semakin dinamis. Dan rasanya kita juga harus beradaptasi dengan itu," tambahnya.
Evolusi taktik dalam beberapa dekade terakhir memang mencatat penurunan drastis penggunaan penyerang murni. Sepak bola modern lebih mengandalkan konsep penyerang dinamis yang wajib melakukan high pressing, turun ke lini tengah untuk membagi bola, serta membuka ruang bagi para pemain sayap.
Sementara itu, Gonzales menegaskan bahwa para penyerang Indonesia saat ini harus siap bekerja ekstra keras menjalankan skema yang diinginkan pelatih ketimbang hanya menunggu pasokan bola di area penalti lawan.
"Memang, dunia sepak bola sekarang sudah berbeda ya, karena kita bermain sistem. Sekarang, semua harus kerja, sampai striker ya. Harus pressing, harus membantu bertahan juga," ujar Gonzales.
(afr/afr/jun) Add
as a preferred source on Google