Presiden La Liga Tolak Wacana Piala Dunia 2030 Diikuti 64 Tim

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 15:28 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Semi Final - England v Argentina - Atlanta Stadium, Atlanta, Georgia, U.S. - July 15, 2026 England's Jordan Pickford dives after Argentina's Enzo Fernandez shoots at goal REUTERS/Lee Smith
Pertandingan Piala Dunia 2026 yang menggunakan format 48 tim. (REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden La Liga, Javier Tebas menyatakan penolakan terkait wacana FIFA untuk menambah partisipan Piala Dunia 2030 menjadi 64 tim.

Piala Dunia 2030 akan diselenggarakan di tiga negara berbeda; Spanyol, Portugal, dan Maroko, plus tiga tuan rumah spesial yakni Uruguay, Argentina, serta Paraguay. Tak lama setelah Piala Dunia 2026 rampung, desas-desus penambahan kontestan di pesta bola empat tahunan kian menggema.

Javier Tebas tegas menolak rencana tersebut. Presiden Liga Spanyol itu menyebut konsep penambahan kontestan akan menghancurkan tatanan sepakbola secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal. Perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim akan mewakili kehancuran berkelanjutan industri sepak bola," kata Tebas dilansir dari ESPN.

"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan acara terpenting.Tetapi tidak semuanya dapat berputar di sekitar Piala Dunia. Kompetisi nasional-lah yang mendukung olahraga ini," tambahnya.

Diketahui FIFA kerap merubah aturan main soal Piala Dunia. Terbaru saja, dalam edisi Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mengalami modifikasi perluasan jumlah peserta menjadi 48 tim negara, yang semula hanya 32.

Selain itu, ada pula hydration break yang kerap dipaksakan, konon untuk kepentingan komersial, alih-alih mengutamakan fisik para pemain.

 

Lantas Javier Tebas menentang keras ajuan penambahan jumlah kontestan. Bahkan ia mendesak Presiden FIFA, Gianni Infantino untuk segera mundur dari jabatannya lantaran banyak mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab.

"Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan lebih banyak perlindungan untuk sepak bola nasional, di semua tingkatan. Mereka [FIFA[ tidak menyadarinya; Mereka mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab."

"Menurut pendapat saya, ya dia [Infantino] harus mengundurkan diri. Saya pikir dia sudah habis masa jabatannya. Tetapi dia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi, tidak banyak lagi yang perlu ditambahkan, kan? Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang ingin mencalonkan diri untuk kalah. Inilah sistemnya dan sistem ini sakit dari akarnya," tegas Tebas.

[Gambas:Video CNN]

(afr/jal) Add as a preferred
source on Google