Tim Panahan Indonesia Punya Permintaan Khusus di Asian Games 2026

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 17:14 WIB
Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) dikunjungi Chief de Mission (CdM) kontingen Indonesia di Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di lapangan Panahan, GBK, Jakarta, Selasa (21/7) . (CNNIndonesia/Askar Fatih Robbani)
Tim panahan Indonesia punya permintaan khusus jelang Asian Games 2026. (CNNIndonesia/Askar Fatih Robbani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) mendesak Komite Olimpiade Indonesia (KOI) serta Chief de Mission (CdM) untuk memberangkatkan masseur khusus pada tim panahan selama berlaga di Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya.

Sekjen Perpani, Irawadi Hanafi, menilai kebutuhan akan 'tukang pijit' begitu krusial bagi para pemanah Merah Putih. Namun hingga saat ini slot untuk penambahan personel tim panahan Indonesia sangat terbatas.

"Nah saya ingin imbau aja kepada CDM, kami itu hanya diberi jatah 10 atlet dan 4 pelatih, tapi tidak diberikan satu orang pendamping, yaitu kalau saya perlunya adalah masseur. Nah pengalaman kita di Sea Games dan di Olimpiade, masseur itu disediakan oleh KOI, oleh NOC dan oleh CDM," kata Irawadi di lapangan panahan GBK, Selasa (21/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Atlet panahan senior Indonesia, Riau Ega Agatha juga menyebut keberadaan masseur langsung di area pertandingan menjadi kebutuhan mendesak bagi skuad Merah Putih.

"Untuk masseur sih kalau di pertandingan bisa lebih penting ya, karena dalam pertandingan besar itu banyak pressure tinggi, otot banyak yang tertarik juga," ujar Riau Ega.

"Jadi keberadaan masseur di lapangan dan bisa melekat sama kita itu suatu keuntungan juga karena bisa membantu recovery kita lebih cepat," lanjut Riau Ega menambahkan.

Selain kebutuhan fisioterapis, Perpani juga mengajukan permohonan agar penerbangan skuad panahan dimajukan ke 22 September demi memaksimalkan adaptasi cuaca dan angin. Irawadi menilai jadwal resmi keberangkatan H-2 pertandingan sangat tidak ideal bagi proses penyesuaian lapangan.

Irawadi turut meminta CdM Todotua Pasaribu memastikan lokasi penginapan para atlet tidak ditempatkan di atas fasilitas kapal pesiar (cruise). Pengalaman buruk di ajang sebelumnya saat atlet terdampak gelombang laut dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan fisik para pemanah.

"Jadi kami mohon kalau bisa kami berangkat 22 September. Kalau kita belum masuk ke Athletes Village, biar kita nanti cari hotel sendiri."

"Pengalaman atlet tidur di kapal pesiar itu juga goyang-goyang. Nah mudah-mudahan yang dapat di cruise itu yang olahraga air aja deh" ungkap Irawadi.

Merespons jajaran permintaan tersebut, Todotua berjanji akan mengupayakan seluruh kebutuhan nonteknis cabang olahraga panahan. Pihaknya siap memasukkan penyesuaian logistik dalam agenda pembahasan utama demi menjaga fokus perburuan medali.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/jun) Add as a preferred
source on Google