Matangkan Persiapan Asian Games, KOI Gelar Rapat Anggota Luar Biasa
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) guna mematangkan seluruh kesiapan teknis kontingen Indonesia menjelang bergulirnya Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
Asian Games Aichi-Nagoya sendiri akan diselenggarakan pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang. Tim Indonesia menargetkan prestasi maksimal di multi-event tingkat kontinental ini.
Pertemuan lintas sektor yang dihadiri oleh pengurus pengurus besar cabang olahraga (PB cabor) tersebut difokuskan untuk menyelaraskan pembinaan prestasi, finalisasi akomodasi, hingga penyusunan strategi menghadapi tantangan logistik di lokasi pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk memprioritaskan seluruh kebutuhan atlet dan ofisial. Ia memastikan tim delegasi terus bergerak cepat dengan berkoordinasi langsung bersama panitia penyelenggara setempat (AINAGOC).
"Fokus utama kami adalah organizing, khususnya bagi atlet dan ofisial yang akan berlaga di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kami berkomitmen untuk bagaimana kita bisa memastikan para atlet dan tim ofisial yang berangkat dalam laga Asian Games ini bisa hadir dan bertanding secara maksimal," ujar Todotua di kantor NOC Indonesia, Senin (20/7).
Lebih lanjut, Todotua mengungkapkan bahwa panitia lokal menerapkan kebijakan akomodasi yang tidak biasa dengan membagi penempatan kontingen ke dalam tiga fasilitas berbeda, yakni perkampungan atlet konvensional (Athlete Village), kapal pesiar (Cruise Ship), serta puluhan hotel di sekitar Nagoya.
"Venue penempatan atlet itu mereka bagi menjadi tiga. Ada dalam bentuknya Athlete Village, ada cruise, dan juga karena kurang dibagi-bagi juga terhadap hotel yang kurang lebih ada sekitar 25 hotel. Kita sudah mulai menginventarisir terhadap itu dan kita sekarang lagi mensizing, mencoba untuk bagaimana nanti kita punya strategi antisipasi mem-backup penuh terhadap kondisional yang ada," kata Todotua menambahkan.
Pada saat yang sama, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari mengapresiasi gerak cepat yang ditunjukkan oleh tim CdM Indonesia yang dinilai sangat masif dalam mempersiapkan operasional bagi pasukan Merah Putih.
Okto menginstruksikan kepada seluruh anggota komite untuk mengkaji secara ketat terkait regulasi pemberangkatan atlet melalui jalur mandiri agar tepat sasaran dalam meraih target medali.
"Masalah keberangkatan mandiri ini sangat sensitif. Saya mohon dalam rapat ini bisa digarisbawahi, dikaji lebih lanjut syarat-syarat apa yang bisa disampaikan, diputuskan, sehingga yang diambil menjadi mandiri itu harus punya tanggung jawab minimal dapat medali," tegas Okto.
Menutup rangkaian persiapan awal, tim dari CdM Indonesia dijadwalkan kembali bertolak ke Nagoya pekan ini. Kunjungan tersebut dilakukan guna merampungkan penentuan lokasi "Rumah Indonesia" yang diproyeksikan sebagai pusat hub logistik sekaligus basis dukungan bagi ratusan ribu warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Jepang.
(afr/afr/jun) Add
as a preferred source on Google