Isi Cekcok Otamendi vs Rodri usai Final, Pelampiasan Disindir Laporte
Gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu berhasil membawa Spanyol mengandaskan Argentina 1-0 sekaligus sukses mengangkat trofi Piala Dunia 2026.
Namun, tensi tinggi laga final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat tersebut ternyata berlanjut hingga setelah peluit panjang berbunyi.
Bek veteran Argentina, Nicolas Otamendi, tertangkap kamera terlibat adu mulut yang sangat sengit dengan gelandang jangkar Spanyol, Rodri. Kini, isi percakapan panas antara kedua pemain tersebut akhirnya terungkap ke publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang laga, Argentina mendapat kritik tajam karena dinilai banyak menerapkan trik kotor untuk merusak alur permainan Spanyol. Strategi ini berjalan relatif sukses hingga bencana datang pada menit ke-93 ketika Enzo Fernandez diganjar kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi.
Bermain dengan 10 orang di babak perpanjangan waktu, La Albiceleste terpaksa menumpuk pemain di lini belakang. Pertahanan rapat mereka akhirnya jebol pada menit ke-106 lewat sepakan keras Ferran Torres yang memanfaatkan umpan sundulan Nico Williams.
Sesaat setelah laga usai, keributan massal sempat pecah akibat aksi Leandro Paredes yang mencekik Eric Garcia dan membanting Gavi ke tanah, yang berujung kartu merah langsung bagi gelandang Argentina tersebut.
Di tengah euforia perayaan gelar juara Spanyol, kamera televisi menangkap momen Rodri yang mencoba menghampiri Otamendi untuk mencoba menghibur. Namun, gesture empati tersebut justru direspons dengan amarah oleh Otamendi.
Melansir Fanatik, Otamendi tampaknya sangat murka dengan psywar dan kritik dari skuad Spanyol sepanjang pekan menjelang laga final Piala Dunia 2026 terkait kepemimpinan wasit yang disebut kerap menguntungkan Argentina.
Otamendi: "Kamu tak seharusnya bicara sebelum pertandingan! Bicara lebih sedikit, kawan. Kamu dan Laporte menghabiskan sepanjang minggu hanya untuk mengeluh!"
Rodri: "Saya menghormatimu, kawan."
Otamendi: "Saya juga menghormatimu, tapi kamu tak seharusnya bicara sebelum laga. Kamu tahu itu, kan?"
Rodri: "Tapi apa yang pernah saya katakan?"
Otamendi: "Bagaimana dengan Laporte? Kamu tidak dengar apa yang dia katakan minggu ini? Kalian terus-menerus mengeluhkan wasit!"
Meskipun Rodri tidak pernah mengeluarkan pernyataan langsung yang menyerang kepemimpinan wasit, Otamendi tetap meluapkan kekesalannya akibat komentar bek Spanyol, Aymeric Laporte, sebelumnya.
Pemicu utama kemarahan Otamendi merujuk pada pernyataan Laporte beberapa hari sebelum laga final. Bek Athletic Bilbao tersebut secara terbuka menyindir gaya main kasar Argentina dan meminta wasit untuk bertindak tegas.
"Memang benar dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang mengejutkan, situasi provokasi yang dibiarkan begitu saja tanpa hukuman. Terutama dengan Argentina, tim yang suka 'meninggalkan pesan' lewat pelanggaran-pelanggaran keras mereka," ujar Laporte dalam wawancara sebelum partai final.
"Hal seperti itu seharusnya tidak dibiarkan dalam sepak bola, terutama di turnamen sebesar ini, karena bisa merusak fokus dan membuat Anda kehilangan kendali. Adalah tugas wasit untuk menjaga pertandingan tetap terkendali. Jika satu atau dua pemain dibiarkan melakukan apa yang mereka mau, pertandingan akan menjadi kacau," tambah Laporte.
Meskipun perselisihan verbal antara Otamendi dan Rodri mendadak viral di media sosial, situasi di lapangan akhirnya berhasil diredam oleh rekan-rekan setim lainnya sebelum berlanjut menjadi kontak fisik.
(wiw/jun) Add
as a preferred source on Google
