Kutukan Berlanjut, Peraih Ballon d'Or Aktif Gagal Juara Piala Dunia

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 11:16 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Semi Final - France v Spain - Dallas Stadium, Arlington, Texas, U.S. - July 14, 2026 France's Ousmane Dembele, Mike Maignan and Manu Kone look dejected after the match as France are eliminated from the World Cu
Tiga pilar Prancis Ousmane Dembele, Mike Maignan, dan Manu Kone tampak lesu usai kalah dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. (IMAGN IMAGES via Reuters/JEROME MIRON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagaimana jika status sebagai peraih Ballon d'Or aktif di ajang Piala Dunia sebenarnya adalah sebuah kutukan? Sebutan kutukan mungkin dianggap berlebihan, tapi ini terjadi sejak 1956 alias sudah 70 tahun.

Catatan statistik ini kembali menimpa Timnas Prancis di Piala Dunia 2026, yang di dalam skuadnya terdapat pemenang Ballon d'Or aktif, yakni Ousmane Dembele.

Prancis gagal melaju ke final Piala Dunia 2026 usai kalah 0-2 dari Spanyol di semifinal yang berlangsung Rabu (15/7) dini hari WIB di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktanya sangat sederhana: sejak Ballon d'Or atau trofi bergengsi untuk pemain terbaik dunia itu pertama kali diciptakan pada 1956, belum pernah ada satu pun pemain berstatus peraih Ballon d'Or aktif yang mampu mengangkat trofi Piala Dunia di tahun yang sama!

Dari 17 edisi Piala Dunia yang melibatkan pemenang Ballon d'Or aktif, sang pemain terbaik dunia tercatat hanya mampu mengantarkan negaranya menembus babak final sebanyak lima kali. Sisanya? Selalu berujung dengan kegagalan tragis.

Bukan bermaksud untuk mengerahkan bersikap kalah sebelum bertanding, tapi statistik minor ini yang belakangan menjadi disebut kutukan, nyatanya terus berlanjut. Dembele gagal mematahkan kutukan ini.

Padahal, Les Bleus merupakan salah satu tim favorit juara Piala Dunia 2026, terutama setelah melihat sepak terjang mereka yang meyakinkan sejak di fase grup.

Berdasarkan catatan sejarah, sepanjang perhelatan sepak bola terakbar di bumi ini, nama-nama legendaris seperti Johan Cruyff (1974), Karl-Heinz Rummenigge (1982), Roberto Baggio (1994), hingga Ronaldo Nazario (1998) semuanya harus puas keluar sebagai runner-up saat datang ke Piala Dunia dengan status pemain terbaik dunia.

Banner Gempita Bola 2026

Mitos ini terus bertahan hingga saat ini dan menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang pada Piala Dunia 2030 memiliki pemain peraih Ballon d'Or aktif.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/nva) Add as a preferred
source on Google