Siapa Wasit yang Pimpin Prancis vs Spanyol di Semifinal Piala Dunia?

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 08:29 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Switzerland v Colombia - BC Place, Vancouver, Canada - July 7, 2026 Referee Ivan Barton blows his whistle REUTERS/Lee Smith
Ivan Barton akan memimpin laga Prancis vs Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. (REUTERS/Lee Smith)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wasit asal El Salvador, Ivan Barton resmi ditunjuk untuk memimpin laga krusial semifinal Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Prancis vs Spanyol di Dallas Stadium, Rabu (15/7) dini hari WIB.

Kehadiran sang pengadil di lapangan diprediksi bakal memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi kedua tim, menyusul reputasinya yang tanpa kompromi dalam menegakkan regulasi baru FIFA.

Pertandingan bertensi tinggi ini menjadi laga keempat yang dikawal Barton sepanjang turnamen. Ia akan didampingi asisten wasit David Moran (El Salvador) dan Antonio Pupiro (Nikaragua), sementara Glenn Nyberg (Swedia) bertindak sebagai ofisial keempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penunjukan ini sekaligus menajamkan rekor Barton di panggung dunia. Pria berusia 35 tahun itu kini tercatat sebagai wasit asal CONCACAF dengan jumlah kepemimpinan laga terbanyak di Piala Dunia: enam pertandingan.

Di lapangan, Barton terkenal sebagai sosok pengadil otoriter dan ekspresif. Ia cenderung membiarkan kontak fisik dalam batas wajar, namun tidak segan langsung mengobral kartu jika tensi permainan mulai tidak terkendali.

Barton juga dikenal sebagai wasit minim kompromi dan jarang melayani dialog atau protes dari para pemain di tengah laga.

Ketegasan Barton yang paling diwaspadai adalah keberaniannya menerapkan regulasi ketat antirasisme. Regulasi ini dikenal sebagai Prestianni Law, atau tak jarang pula yang menyebutnya Vinicius Law.

Aturan ini melarang keras pemain menutup mulut dengan tangan saat berbicara kepada lawan guna menyembunyikan ucapan yang berpotensi rasis. Regulasi ini muncul saat pemain Benfica, Gianluca Prestianni diduga melayangkan ucapan rasial terhadap Vinicius Junior sambil menutup mulut dalam laga playoff Liga Champions 2025/2026.

Ketegasan tersebut bukan isapan jempol. Di Piala Dunia edisi AS, Kanada, dan Meksiko, Barton mengusir dua pemain akibat aturan tersebut. Pertama saat mengganjar kartu merah langsung kepada penggawa Paraguay, Miguel Almiron dalam laga kontra Turki.

Banner Gempita Bola 2026

Lalu, langkah serupa juga menimpa bek Ekuador, Piero Hincapie yang diusir lapangan saat menghadapi Meksiko di babak 32 besar karena kedapatan melakukan pelanggaran serupa.

Dengan rekam jejak Barton yang meledak-ledak dan disiplin tinggi, para pemain Prancis maupun Spanyol dituntut menjaga perilaku dan komunikasi mereka di lapangan jika tidak ingin merugikan tim dalam perebutan tiket menuju partai puncak.

[Gambas:Video CNN]

(afr/ptr) Add as a preferred
source on Google