PIALA DUNIA 2026

Lautaro Bisa Main Saat Inggris vs Argentina, Kok Lolos Sanksi Kartu?

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 14:00 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Argentina v Switzerland - Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, U.S. - July 11, 2026
Argentina's Lautaro Martinez celebrates scoring their third goal REUTERS/Albert Gea     TPX IMAGES OF
Striker Argentina Lautaro Martinez melakukan selebrasi ke area penonton usai cetak gol ke gawang Swiss di perempat final Piala Dunia 2026. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia --

Striker timnas Argentina, Lautaro Martinez, sukses mencetak gol pengunci kemenangan atas Swiss pada menit ke-121 untuk membawa negaranya melaju ke semifinal Piala Dunia 2026, Minggu (12/7) dini hari WIB.

Namun, kapten Inter Milan itu dinilai sangat beruntung karena terhindar dari kartu kuning kedua yang bisa membuatnya absen dalam laga krusial melawan Inggris.

Lautaro awalnya memulai pertandingan dari bangku cadangan saat Argentina menang susah payah 3-1 atas Swiss di Kansas City. Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-84, striker julukan El Toro tersebut berhasil mencetak gol ketiga Albiceleste di masa injury time babak perpanjangan waktu untuk menyudahi perlawanan Swiss.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum mencetak gol, Lautaro tercatat sudah mengantongi satu kartu kuning. Para suporter bermata jeli menilai sang penyerang seharusnya diganjar kartu kuning kedua-yang berujung kartu merah-akibat cara selebrasi golnya yang dinilai berlebihan.

Jika skenario itu terjadi, Lautaro dipastikan terkena akumulasi sanksi dan absen di laga semifinal kontra Inggris pada Kamis (16/7) dini hari WIB.

Kecemasan itu muncul karena Lautaro merayakan golnya dengan melompati papan iklan pembatas lapangan dan berlari mendekat ke arah tribun suporter Argentina di belakang gawang.

Melansir Football Italia, berdasarkan aturan resmi IFAB (Laws of the Game), seorang pemain wajib dijatuhi hukuman kartu kuning apabila merayakan gol dengan cara menghampiri penonton yang berpotensi memicu masalah keamanan dan keselamatan di area tribun stadion.

Banner Gempita Bola 2026

Beruntung bagi Argentina, jajaran perangkat pertandingan yang bertugas memiliki penilaian tersendiri terkait aksi emosional penyerang berusia 28 tahun tersebut.

Tim wasit memutuskan untuk tidak memberikan hukuman tambahan karena selebrasi Lautaro di depan tribun hanya berlangsung sangat singkat. Selain itu, El Toro juga sama sekali tidak mencoba melakukan kontak fisik atau memanjat pagar untuk memeluk para suporter di depannya.

Wasit menilai aksi tersebut tidak menciptakan gangguan keamanan yang fatal, sehingga Lautaro dinyatakan bersih dan dipastikan tersedia untuk mempertajam lini serang Argentina dalam duel hidup-mati memperebutkan tiket final Piala Dunia 2026 melawan Inggris di Stadion Atlanta.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/jal) Add as a preferred
source on Google