4 Kontroversi yang Warnai Langkah Argentina ke Semifinal Piala Dunia

CNN Indonesia
Senin, 13 Jul 2026 06:24 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Argentina v Switzerland - Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, U.S. - July 11, 2026
Argentina's Lautaro Martinez celebrates scoring their third goal REUTERS/Albert Gea     TPX IMAGES OF
Kontroversi menerima perjalanan Argentina ke babak semifinal Piala Dunia 2026. (REUTERS/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sederet kontroversi menemani perjalanan timnas Argentina menuju babak semifinal Piala Dunia 2026. Sorotan publik pun mengarah kepada sang juara bertahan dalam upaya mempertahankan gelar.

Perdebatan langsung terjadi dalam laga pembuka Argentina di Piala Dunia 2026. Saat melawan Aljazair, Lionel Messi jadi sasaran kritik karena wasit tak memberi sanksi usai La Pulga terlihat menginjak betis pemain lawan, Aissa Mandi.

Momen itu ramai di media sosial. Tak sedikit warganet membandingkan insiden serupa dan wasit memberi kartu merah kepada pelaku. Salah satu contohnya adalah pelanggaran pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun.


Kontroversi kembali terjadi pada laga berikutnya di fase grup. Saat Argentina lolos ke fase knockout Piala Dunia 2026, komentar miring terus menghiasi tim asuhan Lionel Scaloni.

Beda sikap wasit hingga prosedur VAR terhadap Argentina menuai kritik dari banyak pihak. Asumsi liar pun menyasar kepada tim dengan gelar juara Piala Dunia tiga kali itu.

Di satu sisi,Argentina mampu melaju ke semifinal dua kali beruntun sejak jadi juara pada edisi terakhir. Rekor gemilang pun ditorehkan sang kapten, Lionel Messi.

Pemain 39 tahun itu sudah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026. Meski sudah mendekati usia kepala empat, Messi masih produktif.

Namun ketajaman Messi diwarnai dengan kritik pedas publik terhadap timnya. Berikut daftar kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026 dalam angka.

1. Sebanyak dua dari tiga pertandingan Argentina di fase grup diwarnai kontroversi. Pertama saat melawan Aljazair, insiden Messi menginjak betis Aissa Mandi jadi sorotan karena tak dianggap pelanggaran serius.

Kemudian saat melawan Austria, proses gol pertama Messi dalam laga itu juga jadi perhatian. Ini karena pemain Austria, Xaver Schlager sempat dijegal oleh Alexis Mac Allister namun tidak ada pelanggaran.

2. Tiga kontroversi terjadi dalam satu pertandingan sekaligus saat Argentina melawan Cape Verde di babak 32 besar.

Pertama ketika kiper Cape Verde, Vozinha sedang mengatur pagar betis tendangan bebas namun Messi buru-buru menyepak bola. Beruntung Vozinha menyelamatkan gawangnya.

Kemudian ketika Cape Verde sedang menyusun serangan balik dan bola sempat menyentuh tangan Facundo Medina. Tetapi wasit tidak menganggap hal itu sebagai hand ball.

Lalu ketika Nicolas Tagliafico mendapat perawatan tim medis, mestinya wasit mengharuskan sang pemain untuk menunggu lebih dulu sebelum kembali masuk. Namun Tagliafico bisa langsung merumput tanpa perlu menanti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banner Gempita Bola 2026


3. Babak 16 besar Piala Dunia 2026 juga jadi perhatian ketika Argentina melawan Mesir. Laga ini dianggap jadi paling kontroversial terhadap Albiceleste.


Awalnya Mesir unggul 2-0 atas Argentina. Namun VAR sempat menganulir gol Mostafa Ziko karena ada pelanggaran terjadi sebelum bola masuk ke gawang.

Beda sikap intervensi VAR terjadi pada insiden lain dalam pertandingan ini ketika Alexis Mac Allister menarik baju Hamdy Fathy dalam proses serangan. Julian Alvarez yang menjatuhkan Mohamed Salah di dalam kotak penalti pun tidak diberi tinjauan khusus.

Argentina comeback dengan menyarangkan tiga gol dalam laga tersebut. Messi dan kawan-kawan menang 3-2.



4. Kontroversi kembali terjadi saat Argentina melawan Swiss di babak perempat final Piala Dunia 2026. Ini karena kartu merah terhadap Breel Embolo di menit ke-72.

Awalnya wasit memberi kartu kuning kepada Leandro Paredes usai berduel dengan Breel Embolo. Namun setelah melalui tinjauan VAR, wasit kemudian memindahkan status kartu kuning kepada Embolo.

Dengan Embolo sudah mengantongi satu kartu kuning, artinya kartu merah harus keluar akibat insiden itu. Swiss akhirnya terpaksa berlaga dengan 10 pemain.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal) Add as a preferred
source on Google