Beda Nasib Quansah dan Balogun Soal Kartu Merah Piala Dunia 2026

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 17:05 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Mexico v England - Estadio Azteca, Mexico City, Mexico - July 5, 2026 England's Jarell Quansah looks dejected as he comes off the pitch after he is given a red card by the referee after a VAR revi
Jarell Quansah mendapat perlakuan normal soal kartu merah di Piala Dunia 2026, tidak seperti Folarin Balogun. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bek timnas Inggris, Jarell Quansah, mengalami nasib berbeda dengan pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, soal kartu merah di Piala Dunia 2026.

Quansah terpaksa menerima kenyataan pahit usai dilarang bertanding dalam dua laga beruntun setelah mendapat kartu merah kontra Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dengan sanksi itu, Quansah tidak bisa berlaga saat The Three Lions menghadapi Norwegia pada babak perempat final. Kemudian jika Inggris melaju ke semifinal, bek 23 tahun itu juga tak boleh merumput.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Quansah dinyatakan telah melanggar pasal 14 kode etik FIFA, yang menyatakan bahwa pemain akan mendapatkan larangan bermain dua pertandingan untuk pelanggaran serius. Inggris tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut," tulis Sky Sports.

Situasi ini dipandang merugikan Inggris jelang laga krusial lawan Norwegia. Tim asuhan Thomas Tuchel pun krisis bek kanan karena Reece James sedang cedera.

Di sisi lain, perbedaan jalan cerita nampak pada timnas Amerika Serikat ketika Komite Disiplin FIFA menangguhkan kartu merah terhadap Folarin Balogun. Keputusan ini dirilis sebelum tim tuan rumah menghadapi Belgia pada laga 16 besar Piala Dunia 2026.

Balogun mendapat kartu merah ketika menghadapi Bosnia dan Herzegovina. Namun karena sanksi tersebut ditangguhkan, pemain 25 tahun itu tetap merumput meski pada akhirnya AS babak belur dengan skor 1-4 kontra Belgia.

Banner Gempita Bola 2026

Satu hal jadi sorotan publik adalah pengakuan Presiden AS, Donald Trump menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Dalam diskusi itu ditengarai berkaitan dengan situasi skuad The Yanks.

Infantino kemudian membenarkan diskusi dengan Donald Trump. Namun demikian, ia berkilah dialog itu bersifat normatif sama halnya dengan pembicaraan bersama pemimpin negara lain.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva) Add as a preferred
source on Google