Maroko Mesti Tumpas Prancis demi Sejarah Besar Afrika di Piala Dunia

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 19:53 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 16 - Canada v Morocco - Houston Stadium, Houston, Texas, U.S. - July 4, 2026 Morocco's Soufiane Rahimi celebrates scoring their third goal with Achraf Hakimi REUTERS/Hannah Mckay     TPX IMAGES OF THE
Timnas Maroko memburu sejarah baru buat wakil Afrika saat melawan Prancis. (REUTERS/Hannah McKay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Maroko wajib mengalahkan Prancis demi lembaran sejarah baru wakil Afrika di Piala Dunia 2026.

Maroko akan bersua Prancis pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Jumat (10/7) dini hari WIB.

Singa Atlas, julukan Maroko, berhasil mencapai babak semifinal di Piala Dunia 2022. Empat tahun berselang, di Piala Dunia 2026, Maroko akan bisa mengukir torehan serupa jika bisa mengalahkan Prancis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andai kemenangan bisa diwujudkan melawan Les Bleus, Maroko akan jadi wakil Afrika pertama yang bisa dua kali beruntun masuk babak empat besar di Piala Dunia.

Namun, tantangannya tidak akan mudah Maroko. Apalagi, empat tahun silam, Prancis juga yang menghentikan langkah Maroko di babak semifinal Piala Dunia 2022.

Ketika itu, Maroko yang diarsiteki Walid Regragui kalah dengan skor 0-2 dari Prancis. Dua gol kemenangan Prancis dijaringkan oleh Theo Hernandez dan Randal Kolo Muani.

Optimisme turut diapungkan pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi jelang laga melawan Prancis. Pelatih berusia 49 tahun itu yakin anak asuhnya bisa mengukir cerita saat bertemu kembali dengan Prancis.

"Setiap pertandingan berbeda, memiliki konteksnya sendiri, dan tidak akan sama seperti 2022," kata Ouahbi sebagai dikutip dari Reuters.

Banner Gempita Bola 2026

"Yang penting adalah sekarang kami memiliki tim yang berbeda. Kami juga akan menghadapi Prancis yang berbeda dari empat tahun lalu. Kedua tim bahkan punya kualitas lebih baik dan itu lumrah karena kami adalah dua federasi yang berbeda, dua negara yang bekerja sama dengan sangat baik."

[Gambas:Video CNN]

(jal/nva) Add as a preferred
source on Google