Alwi Farhan Jaga Ambisi Raih Gelar Pertama BWF 750 di Japan Open 2026

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 21:42 WIB
Indonesia’s Alwi Farhan kisses the trophy after defeating China’s Dong Tian Yao in their men’s singles final match at the Australia Open badminton tournament in Sydney on June 14, 2026. (Photo by DAVID GRAY / AFP) / -- IMAGE RESTRICTED TO EDITO
Alwi Farhan ingin meraih gelar BWF 750 pertamanya di Japan Open 2026. (AFP/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tunggal putra Alwi Farhan memburu gelar BWF 750 pertamanya saat tampil dalam Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, 14-19 Juli.

"Pastinya, saya belum pernah mendapatkan gelar 750. Saya masih sangat berambisi dan berburu gelar 750, tapi setiap babak juga memiliki tantangan sendiri-sendiri," kata Alwi dilansir dari Antara.

Alwi datang ke Japan Open dengan modal positif, setelah menjuarai Super 500 di Australian Open 2026. Meski demikian, pemain berusia 21 tahun itu mengakui kondisi fisiknya sempat menurun. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, persiapannya [menuju Japan Open 2026] cukup baik. Memang ada beberapa kondisi yang dari kemarin habis dari Australia juga sempat sakit, mungkin karena kecapekan juga."

"Ada masih fatigue-fatigue di bagian tertentu, tapi progresnya cukup baik dan saya rasa saya siap menghadapi Japan Open dan China Open," ujar Alwi di Pelatnas PBSI, Cipayung, Rabu (8/7).

Pada babak awal Japan Open, Alwi akan menghadapi tunggal putra tuan rumah Kenta Nishimoto. Ini akan menjadi ujian awal bagi Alwi untuk menjaga ambisi gelar level Super 750.

Mengacu head to head,Alwi sudah dua kali bertemu Nishimoto dan belum pernah meraih kemenangan. Namun kini, ia datang dengan bekal pengalaman dan kematangan yang berbeda. 

"Karena dia pemain senior juga, beberapa kali ketemu tapi sudah di tahun lalu. Saya rasa Alwi sekarang yang berbeda daripada tahun lalu," ujar pemain kelahiran Surakarta ini.

Alwi menyebut perkembangan terbesarnya adalah pengalaman, ketenangan, dan mental bertanding. Ia merasa makin terbiasa menghadapi karakter lawan-lawan pada level elite.

Alwi tidak ingin menempatkan pemain-pemain senior dunia sebagai sosok yang terlalu tinggi untuk dihadapi. Namun, menurutnya, rasa hormat kepada lawan tetap harus ada.

"Bukan berarti nggak respek, cuma jangan terlalu menghargai lawan sedemikian rupa karena saya harus menempatkan diri saya bahwa saya bisa melawan mereka juga," kata Alwi.

"Ketika sudah di lapangan, senior atau junior, semuanya ingin memiliki kemenangan yang sama. Jadi ketika sudah di lapangan, semuanya fight saja," ujar pemuda humoris ini menambahkan. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/jal) Add as a preferred
source on Google