Kata-kata Pelatih Maroko Usai Singkirkan Belanda di Piala Dunia 2026

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 14:45 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Round of 32 - Netherlands v Morocco - Estadio Monterrey, Monterrey, Mexico - June 29, 2026
Morocco players celebrate after the penalty shootout as Morocco qualify for the round of 16 stage of the World Cup REU
Maroko lolos ke 16 besar Piala Dunia 2026 usai singkirkan Belanda. (REUTERS/Daniel Becerril)
Jakarta, CNN Indonesia --

Maroko berhasil menyingkirkan Belanda di Piala Dunia 2026 dan berhasil lolos ke fase 16 besar. Pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, mengatakan timnya telah mendapatkan rasa hormat dari jutaan rakyat di negaranya setelah menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di babak 32 besar, Selasa (30/6).

"Maroko telah mendapatkan rasa hormat dari semua orang sekarang, kami berhasil menunjukkannya," kata Ouahbi mengutip Reuters.

"Mereka tahu bahwa di belakang mereka ada jutaan orang. Kami bermain saat pukul dua pagi di Maroko dan kami yakin sebagian besar orang tetap terjaga. Itu memberi Anda energi untuk tidak menyerah, untuk terus maju dan untuk percaya pada diri sendiri," tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelatih yang diangkat dari tim U-20 Maroko itu mengatakan para pemainnya didorong oleh sesuatu yang lebih besar daripada sepak bola.

"Tim ini, dan semua tim muda Maroko, berjuang untuk sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sepak bola atau sekadar memenangkan pertandingan," katanya.

Klaim kuasai 70 persen penguasaan bola

Lebih lanjut, Ouahbi menambahkan Maroko mendominasi pertandingan hingga penguasaan bola sebesar 70 persen saat melawan Belanda meskipun membutuhkan adu penalti untuk lolos.

"Kami benar-benar mendominasi tim Belanda. Kami memiliki 70 persen penguasaan bola, lebih banyak tembakan dan lebih banyak gol yang diharapkan. Kami mengendalikan pertandingan," katanya Ouahbi.

Banner Gempita Bola 2026

"Kami ingin tetap tenang, memainkan permainan kami dan percaya bahwa jika sampai adu penalti, kami memiliki kiper yang luar biasa. Kami tidak mengubah pertandingan menjadi pertempuran yang kacau. Kami mengendalikannya," tambahnya.

Di sisi lain, Ouahbi mengaku strategi defensif yang diterapkan Belanda cukup mengejutkan. Namun ia menilai Belanda yang defensif menandakan pengakuan atas peningkatan status Maroko.

"Saya benar-benar tidak menyangka blok pertahanan tersebut, karena Belanda biasanya suka menguasai bola. Tapi saya melihat jenis permainan ini sebagai bentuk penghormatan," katanya.

Pelatih berusia 49 tahun itu merasa perjalanan Maroko ke semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar telah mengubah mentalitas negara tersebut. Meski begitu, Ouahbi memperingatkan bahwa Kanada akan memberikan ujian berat lainnya di babak 16 besar. 

Namun ia memastikan Maroko akan menghadapi pertandingan babak gugur dengan penuh keyakinan.

Maroko mengalahkan Belanda 3-2 melalui adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Di babak 16 besar Maroko akan menghadapi tuan rumah bersama, Kanada.

[Gambas:Video CNN]

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google