Kontingen Banten Borong Medali di Pencak Silat Piala Presiden 2026

CNN Indonesia
Minggu, 28 Jun 2026 13:17 WIB
Perwakilan Banteng dalam Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 meraih enam mendali emas dan satu medali perak di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Minggu (28/6).
Foto: CNN Indonesia/Askar Fatih Robbani
Jakarta, CNN Indonesia --

Meski datang dengan kekuatan minimalis, kontingen Banten sukses mengguncang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026.

Membawa hanya 7 orang atlet, tim Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Perwakilan Pusat (Perwapus) Banten berhasil menyapu bersih medali yang diikuti.

Seluruh pesilat yang diasuh pelatih kontingen Banten, Edwin Saputra, sukses naik ke atas podium. Mereka membawa pulang enam medali emas dan satu medali perak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami hanya mengirim sedikit atlet karena kuota yang kami dapatkan memang sangat mepet. Tapi alhamdulillah, dari tujuh orang yang berangkat, semuanya berhasil juara," ujar Edwin.

Kontingen Banten menurunkan seluruh atletnya pada kategori seni. Kategori ini menuntut kesempurnaan koreografi, kemantapan fisik, serta ketahanan mental di hadapan dewan juri.

"Fokus kami terutama pada mental, fisik, dan juga gerakan. Karena dalam kategori seni, poin utama yang dilihat oleh juri adalah kebenaran jurus dan kemantapan gerak atlet saat tampil," ucap Edwin.

Mutiara Eka Nur Jannah (18), pesilat kategori remaja yang turun di kelas prestasi, tampil matang. Gadis asal Kota Tangerang yang duduk di bangku kelas 3 SMA ini meraih medali emas.

"Kemarin itu aku sudah main di kelas remaja untuk kategori prestasi. Alhamdulillah, berkat latihan keras bisa dapat juara satu juga," ucap Mutiara kepada CNN Indonesia, Minggu (28/6).

Langkah manis Mutiara diikuti pesilat usia dini yang turun di kelas pemasalan, seperti Nur Alifa Ramadhani, Mahira, serta Aliza Gulbano Humaira yang membawa pulang medali perak.

"Ini pengalaman pertama aku ikut di turnamen CNN Indonesia, rasanya sempat grogi sedikit saat mau naik ke matras, tapi bersyukur tetap bisa bawa pulang piala," kata Aliza.

Keberhasilan memborong medali ini diharapkan Edwin menjadi batu loncatan berharga bagi masa depan akademik para atlet muda Banten melalui jalur prestasi.

"Terima kasih CNN Indonesia sudah memfasilitasi kami para praktisi silat. Harapan kami tahun depan bisa lebih meriah, bahkan syukur-syukur bisa naik ke kelas internasional," ujar Edwin.

Kejuaraan yang diinisiasi CNN Indonesia bersama PB IPSI ini berlangsung selama empat hari, Kamis (25/6) hingga Minggu (28/6), diikuti lebih dari 2.000 pesilat dari berbagai daerah. 

[Gambas:Video CNN]

(afr/abs/rhr) Add as a preferred
source on Google