PIALA DUNIA 2026

Kasus Dugaan Pemerkosaan Hakimi Guncang Timnas Maroko di Piala Dunia

CNN Indonesia
Sabtu, 20 Jun 2026 23:11 WIB
Kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi, harus hadapi persidangan kasus dugaan pemerkosaan.
Kapten Timnas Maroko, Achraf Hakimi, harus hadapi persidangan kasus dugaan pemerkosaan. (IMAGN IMAGES via Reuters/CAEAN COUTO)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, menegaskan bahwa seluruh elemen tim sepenuhnya berada di belakang sang kapten, Achraf Hakimi.

Pernyataan itu muncul setelah Pengadilan Banding Prancis pada Jumat (19/6) waktu setempat memutuskan bahwa Hakimi, yang juga merupakan bek kanan Paris Saint-Germain, harus menghadapi persidangan atas kasus dugaan pemerkosaan.

Pengumuman dari pengadilan tersebut dirilis hanya beberapa jam sebelum Hakimi memimpin Maroko meraih kemenangan krusial 1-0 atas Skotlandia di Stadion Foxborough, dalam laga fase grup Piala Dunia 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hakimi sebelumnya mengajukan banding atas putusan hakim investigasi pada Februari lalu, namun pengadilan tinggi Versailles menyatakan terdapat bukti yang cukup untuk membawa kasus ini ke meja hijau.

Meski mendapatkan tekanan mental yang luar biasa, ditambah cemoohan dari sebagian penonton di dalam stadion setiap kali ia menyentuh bola, Hakimi tetap tampil solid sepanjang pertandingan.

"Apakah Anda melihat pertandingannya? Hakimi tampil luar biasa. Kami semua sangat tenang, dia pun sangat rileks, dan saya rasa dia bermain dengan sangat baik," ujar Ouahbi dalam sesi konferensi pers pascalaga saat ditanya mengenai kondisi psikologis sang kapten, seperti dilansir ESPN.

"Dia melakukan tugasnya dengan baik, jadi mengapa kita harus repot bicara soal manajemen mental? Dia bangun pagi, makan seperti biasa, sangat fokus, dan ingin bermain kuat. Itulah yang dia tunjukkan," tambah sang pelatih.

"Ada 44 juta rakyat Maroko yang mendukung kami, dan kami berharap dia terus membuktikan diri sebagai bek sayap terbaik di dunia," tutur dia.

Sebagai informasi, kasus hukum ini bermula pada Maret 2023 ketika seorang wanita berusia 24 tahun melaporkan bahwa dirinya telah diperkosa oleh Hakimi di kediaman sang pemain di pinggiran kota Paris. Hakimi sendiri secara konsisten membantah keras tuduhan tersebut.

Merespons putusan terbaru pengadilan, Rachel-Flore Pardo selaku pengacara korban menyatakan rasa leganya setelah proses hukum yang berjalan panjang.

"Setelah klien saya difitnah dan disudutkan oleh pihak pembela Hakimi, keputusan ini membawa rasa lega dan harapan baru," ujarnya.

Di sisi lain, Hakimi mencurahkan isi hatinya melalui sebuah unggahan di akun X (Twitter) pribadinya pada hari Jumat (19/6). Ia merasa kasus ini dipaksakan berlanjut hanya karena statusnya sebagai figur publik yang terkenal.

"Jika saya bukan orang terkenal, kasus ini pasti sudah digugurkan. Terkadang saya merasa telah menjadi target yang mudah," tulis Hakimi.

Ia juga menambahkan bahwa pusaran kasus ini telah sangat merugikan nama baiknya, keluarganya, dan yang terpenting, kebenaran itu sendiri. Hingga saat ini, otoritas hukum Prancis belum merilis jadwal resmi kapan persidangan perdana mantan pemain Real Madrid dan Inter Milan tersebut akan digelar.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/wiw) Add as a preferred
source on Google