Argentina Murka Perusahaan Judi Pakai AI Maradona di Piala Dunia

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 14:30 WIB
Ilustrasi legenda Timnas Argentina, Diego Maradona.
Ilustrasi Diego Maradona menjadi bintang iklan perusahaan judi di Piala Dunia 2026. (REUTERS/Agustin Marcarian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Argentina murka dengan iklan komersial perusahaan judi yang menggunakan akal imitasi (AI) Maradona di Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026 menghadirkan banyak inovasi. Salah satunya jeda di tengah laga yang disebut hydration break. Waktu jeda ini dimanfaatkan untuk iklan komersial.

Dalam laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko versus Afrika Selatan, jeda hidrasi dimanfaatkan untuk iklan. Salah satu iklan yang ditampilkan adalah BetWarrior.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam iklan itu Diego Armado Maradona yang telah meninggal pada 2020, digambarkan turun dari langit dan berbicara dalam bahasa Argentina untuk bermain dalam situs judi tersebut.

Kontan saja video iklan tersebut menimbulkan kontroversial. Mayoritas masyarakat Argentina tidak terima sang megabintang, yang bahkan dituhankan, dijadikan bahan iklan perusahaan judi.

Pertama, iklan di tengah pertandingan tersebut dianggap mengganggu. Kedua, dan ini yang paling utama, warga Argentina yakin Maradona tidak akan membintangi iklan perusahaan judi. 

Anak-anak Maradona pun menjadi sasaran amarah publik. Mereka merasa anak-anak Maradona telah menjatuhkan citra sang ayah dengan menjadi bintang iklan judi lewat gubahan AI.

Perusahaan judi tersebut pun menonaktifkan kolom komentar di kanal Youtube. Komentar yang telah masuk rata-rata menghujat atau bernada negatif mengenai iklan tersebut.

Pakar AI Nicolas Bilkins ikut mengomentari fenomena iklan Maradona dengan menggunakan AI. Ia mendorong ada diskusi dan aturan jelas terkait AI dari tokoh yang telah meninggal.

"Ini membuka perdebatan penting tentang hak citra anumerta di era AI. Saat ini, teknologi memungkinkan siapa pun untuk mengatakan apa pun," kata Bilkins dilansir dari La Voz.

"Sampai sejauh mana seorang ahli waris berhak membuat seseorang yang sudah tiada mengatakan sesuatu yang tidak akan pernah mereka katakan?" tulisnya di media sosial X. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/wiw) Add as a preferred
source on Google