PIALA DUNIA

Ditolak AS, Wasit Terbaik Afrika Disambut bak Pahlawan di Somalia

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 05:41 WIB
Somali referee Omar Abdulkadir Artan, who was expected to officiate at matches during the 2026. FIFA World Cup but was denied entry to U.S., waves towards fans at the Mogadishu stadium, in Mogadishu, Somalia, June 10, 2026. REUTERS/Feisal Omar     TP
Omar Artan jadi tamu kehormatan dalam sebuah pertandingan di Somalia. (REUTERS/Feisal Omar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wasit asal Somalia Omar Abdulkadir Artan mendapatkan sambutan luar biasa ketika kembali ke negaranya usai ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk bertugas di Piala Dunia 2026.

Artan yang dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 itu tiba di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, Rabu (11/6). Ia disambut para pejabat pemerintah Somalia serta ratusan warga yang datang untuk memberikan dukungan secara langsung.

"Saya ingin berterima kasih kepada FIFA atas dukungan mereka selama ini, dan juga kepada rakyat Somalia. Jadi saya sangat berterima kasih kepada FIFA dan juga kepada CAF. Ini yang ingin saya sampaikan," kata Artan kepada Al Jazeera yang dilansir LATimes

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artan sebenarnya berpeluang menjadi orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan Piala Dunia. Namun, impian tersebut pupus setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat oleh Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS.

Artan dilaporkan tidak diizinkan masuk ke AS karena adanya dugaan keterkaitan dengan seseorang yang disebut sebagai anggota organisasi teroris.

Meski demikian, Artan memilih menerima keputusan tersebut dengan lapang dada.

"Apa yang terjadi sudah terjadi dan itu takdir. Saya bersyukur atas dukungan yang diberikan FIFA kepada saya," kata Artan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada generasi muda Somalia agar tetap optimistis terhadap masa depan negara mereka.

"Somalia adalah milik kita, baik dalam keadaan baik maupun buruk. Saya ingin berpesan kepada generasi muda kita agar tidak kehilangan harapan terhadap negara kita. Sekarang saya berada di negara saya, dan tidak ada tempat lain yang ingin saya tinggali," kata Artan.

Dukungan terhadap Artan terus mengalir. Pada hari yang sama, ribuan warga memadati sebuah stadion di Mogadishu. Sebagian membawa bendera dan foto Artan, yang hadir sebagai tamu kehormatan dalam sebuah pertandingan.

Bagi sebagian warga Somalia, keputusan AS yang menolak masuk Artan ke negaranya tidak mengurangi prestasi maupun wibawa sang wasit.

"Sebagai anak muda, kami benar-benar merasakan kesedihannya. Kami semua juga punya mimpi. Dia telah berusaha keras untuk mencapai tahap yang telah ia raih dan akhirnya dikecewakan," kata mahasiswa Abdulqadir Ali Abokor kepada Reuters.

"Bagi kami dan bagi banyak orang di seluruh dunia, dia adalah seorang juara dan keputusan ini tidak membuat perbedaan," ucap Ali menambahkan.

Dukungan serupa juga disampaikan mantan wasit Abdi Abdulle Baasaale.

"Kami di sini untuk menunjukkan kepadanya bahwa kami mendukungnya," kata Baasaale.

[Gambas:Video CNN]

(rhr) Add as a preferred
source on Google