Wasit Terbaik Afrika Ditolak Masuk AS, FIFA Diminta Ganti Rugi Rp1,7 M

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 14:20 WIB
(FILES) Somalian referee Omar Abdulkadir Artan gestures during the Africa Cup of Nations (CAN) 2024 group D football match between Mauritania and Algeria at Stade de la Paix in Bouake on January 23, 2024. Award-winning Somali referee Omar Artan, set
Visa wasit asal Somalia, Omar Artan, ditolak masuk Amerika Serikat. (AFP/KENZO TRIBOUILLARD)
Jakarta, CNN Indonesia --

FIFA diminta membayar ganti rugi US$100 ribu atau Rp1,7 miliar untuk wasit terbaik Afrika 2025, Omar Artan usai ditolak masuk Amerika Serikat untuk memimpin laga Piala Dunia 2026.

Pendapat itu disampaikan oleh mantan Ketua Komite Wasit Inggris (PGMOL), Keith Hackett. Menurutnya, wasit harus tetap dibayar meski tak bisa menjalani tugas akibat persoalan di luar lapangan.

"Ini terlihat tidak adil karena sudah merampas kesempatan wasit muda untuk bertugas di Piala Dunia. Jalur untuk menuju puncak karier sangat sulit dan wasit ini punya karier berkembang dengan menemui tantangan hingga bangkit ke level elite."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya yakin keluarga dan federasi [sepak bola Somalia] akan kecewa. Wasit setidaknya bisa dibayar hingga US$100 ribu. Saya berharap FIFA dengan kegagalan membantu kasus ini harus membayar US$100 ribu kepadanya," kata Hackett dikutip dari Mirror.

Sebelumnya, Omar Artan tak bisa berangkat ke AS karena visanya ditolak. Hal ini jadi sorotan karena dirinya akan bertugas di Piala Dunia 2026, dan AS adalah salah satu tuan rumahnya.

Menanggapi hal ini, FIFA menyatakan tidak bisa ikut campur dalam proses imigrasi negara tuan rumah. Mereka menyerahkan keputusan pemerintah AS soal Omar Artan.

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penentuan visa dan telah diberitahu oleh pihak berwenang bahwa status Artan tidak akan diubah saat ini."

"Sesuai dengan ajang FIFA sebelumnya, pihak tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," ujar juru bicara FIFA.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/jun) Add as a preferred
source on Google