Piala Dunia 2002: Brasil dan Ronaldo Rebut Juara di Tengah Anomali
Brasil meraih gelar Piala Dunia kelima di Korea-Jepang pada dengan memenangkan seluruh laga sepanjang turnamen. Di sisi lain, perhelatan akbar itu diwarnai deretan kejutan, kontroversi wasit, dan hasil-hasil yang mengguncang peta sepak bola dunia.
Piala Dunia 2002 menjadi yang pertama digelar di Asia dan pertama pula diselenggarakan oleh dua negara sekaligus, yakni Korea Selatan dan Jepang.
Sinyal bahwa turnamen ini akan berbeda dari biasanya datang sejak laga pembuka. Senegal, negara debutan yang tak diunggulkan, mengalahkan Prancis selaku juara bertahan dengan skor 1-0 lewat gol Papa Bouba Diop. Prancis yang tampil tanpa Zinedine Zidane lantaran cedera, tersingkir di fase grup tanpa mencetak gol satu pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argentina, yang bersama Prancis dianggap sebagai favorit juara sebelum turnamen, juga tumbang di fase grup setelah kalah dari Inggris. Portugal menyusul setelah dipermalukan Amerika Serikat, dan Italia akhirnya tersingkir di babak 16 besar dari Korea Selatan dalam laga yang penuh kontroversi.
Sorotan besar mengarah ke Korea Selatan dalam turnamen itu. Tim berjuluk Taeguk Warriors mengalahkan Italia dan Spanyol secara berurutan, keduanya dalam keadaan yang diwarnai keputusan wasit kontroversial. Korea Selatan pun menjadi tim Asia pertama yang melangkah ke semifinal Piala Dunia.
Perjalanan Korea Selatan ke semifinal mengundang sorotan tajam terhadap kualitas perwasitan. Wasit Byron Moreno mengusir Francesco Totti di babak tambahan waktu atas insiden yang dianggap tidak tepat oleh pihak Italia. Sementara di laga melawan Spanyol, dua gol La Furia Roja dianulir dengan keputusan yang juga dipersoalkan.
Kontroversi wasit itu berujung pada perubahan kebijakan FIFA. Turnamen 2002 memakai wasit dari banyak federasi untuk alasan inklusivitas, tetapi kebijakan tersebut dianggap mengorbankan kualitas. FIFA kemudian menghapus sistem tersebut dan kembali mengutamakan pengalaman wasit di Piala Dunia Jerman 2006.
Ronaldo sukses taklukkan Olive Kahn. (PATRICK HERTZOG / AFP) Foto: AFP/PATRICK HERTZOG |
Di antara semua kekacauan itu, Brasil tampil sebagai tim paling stabil. Ronaldo Nazario, yang datang membawa beban kenangan buruk final 1998, langsung tampil tajam sejak fase grup. Bersama Ronaldinho dan Rivaldo yang memukau, Selecao memenangkan semua laga grup menghadapi Turki, China, dan Kosta Rika.
Laga Brasil vs Inggris di perempat final menjadi salah satu yang paling diingat. Setelah Michael Owen membawa Inggris unggul, Rivaldo menyamakan kedudukan sebelum jeda sebelum Ronaldinho mengecoh David Seaman dengan tendangan bebas. Brasil menang 2-1 dan Inggris tersingkir.
Brasil melaju ke final usai mengalahkan Turki 1-0 di semifinal. Di sisi lain, Jerman mencapai final berkat kemenangan 1-0 atas Korea Selatan meski kehilangan Michael Ballack karena akumulasi kartu kuning. Ballack pun absen di partai puncak.
Ronaldo bawa Brasil juara Piala Dunia 2002 untuk menebus kegagalan di edisi sebelumnya. (ODD ANDERSEN / AFP) Foto: AFP/ODD ANDERSEN |
Final berlangsung di Stadion Internasional Yokohama, Jepang pada 30 Juni 2002. Jerman berbekal pertahanan solid sepanjang turnamen. Der Panzer hanya kebobolan satu gol berkat penampilan apik kiper Oliver Kahn. Namun di final, Kahn justru melakukan blunder yang mengubah jalannya pertandingan.
Tembakan spekulatif Rivaldo yang seharusnya bisa ditangkap Kahn justru memantul dari tangannya. Ronaldo sigap menyambar bola dan menjebolnya ke gawang kosong untuk membuka keunggulan tim Samba. R9, julukan Ronaldo, kembali mencetak gol sekaligus mengukuhkan keunggulan tim Samba.
Brasil menang 2-0 dan meraih gelar Piala Dunia kelima. Ronaldo mengakhiri turnamen dengan delapan gol, meraih Sepatu Emas sekaligus membuktikan kebangkitannya dari trauma 1998.
Gelar itu juga mengangkat Brasil sebagai negara dengan jumlah gelar Piala Dunia terbanyak dalam sejarah saat itu, pun hingga saat ini dengan torehan lima gelar juara.
Brasil adalah satu-satunya tim yang memenangkan seluruh pertandingan di turnamen 2002. Mereka juga menjadi tim dengan gol terbanyak sepanjang turnamen dengan total 18 gol.
Piala Dunia 2002 dikenang sebagai edisi paling tidak terduga dalam sejarah perhelatan akbar empat tahunan itu. Juara bertahan Prancis, tim kuat seperti Argentina, Portugal, dan Italia terjungkal lebih awal. Sedangkan Brasil yang digadang-gadang bisa saja ikut menjadi korban justru tampil sempurna dari awal hingga akhir.
(afr/afr/jun) Add
as a preferred source on Google

