Piala Dunia 1970: Trofi Jules Rimet Abadi Milik Brasil
Brasil menulis sejarah abadi di Piala Dunia 1970 Meksiko dengan menjuarai turnamen ketiga kalinya untuk menyimpan trofi Jules Rimet untuk selamanya.
Bagi Brasil, Piala Dunia 1970 di Meksiko begitu istimewa. Lantaran edisi ini menjadi yang pertama disiarkan secara berwarna di televisi, hal tersebut menjadikan panggung paling gemilang saat tim Samba keluar sebagai juara.
Brasil datang ke Meksiko dengan tekad bulat setelah kekecewaan pahit di Piala Dunia 1966. Pelatih Mario Zagallo mewarisi filosofi menyerang dari pendahulunya, Joao Saldanha, dan mempertahankan gaya sepak bola mengalir yang menjadi ciri khas Selecao.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pele pun kembali dari "pengasingan" setelah sempat bersumpah tidak akan pernah tampil di Piala Dunia lagi. Ia bergabung dengan sederet bintang memukau: Jairzinho, Rivelino, Gerson, Clodoaldo, Tostao, dan Carlos Alberto.
Zagallo mengambil risiko dengan memainkan lima pemain yang di klub masing-masing bermain di posisi yang sama. Kombinasi itu justru menghasilkan mesin gol yang mengerikan. Brasil rata-rata mencetak tiga gol per laga dalam perjalanan menuju final.
Di fase grup, Brasil menghadapi Inggris dalam laga yang berhak dijuluki "final kepagian." Jairzinho mencetak satu-satunya gol kemenangan, namun laga itu dikenang karena penyelamatan luar biasa Gordon Banks dari sundulan keras Pele.
Brasil melaju tanpa hambatan berarti hingga semifinal, di mana mereka bertemu rival bebuyutan, Uruguay. Tertinggal lebih dulu lewat gol Luis Cubilla, Brasil bangkit berkat orasi Pele dan gol spektakuler Clodoaldo yang menyamakan kedudukan.
Uruguay akhirnya berhasil diatasi berkat gol-gol dari Jairzinho dan Rivelino mengunci tiket Brasil ke partai puncak. Di sisi lain, Italia yang kelelahan setelah menang dramatis 4-3 atas Jerman Barat di semifinal turut melangkah ke final.
Final di Mexico City pada 21 Juni 1970 mempertandingkan dua negara yang pernah menyandang status juara dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pemenangnya akan mendapatkan hak permanen atas trofi Jules Rimet setelah tiga kali menjuarai Piala Dunia.
Brasil unggul lebih dulu di menit ke-18 lewat sundulan akrobatik Pele dari umpan silang Rivelino. Italia membalas melalui Boninsegna yang memanfaatkan kemelut pertahanan Brasil, dan kedua tim masuk ruang ganti dengan skor imbang 1-1.
Babak kedua menjadi milik Brasil sepenuhnya. Gerson membuka keunggulan kembali dengan tembakan keras dari luar kotak penalty. Berikutnya giliran Jairzinho menyarangkan gol ketiga yang melengkapi rekornya sebagai pencetak gol di setiap laga sepanjang turnamen.
Gol penutup datang di menit-menit akhir saat Brasil mengeksploitasi lini bertahan Gli Azzurri dari segala sisi. Clodoaldo menggiring bola melewati beberapa pemain, meneruskannya kepada Pele, yang kemudian melihat Carlos Alberto berlari kencang dan memberikan umpan sempurna.
Carlos Alberto melesakkan sepakan keras datar ke sudut kiri gawang yang dikawal Enrico Albertosi. Gol itu hingga kini dianggap sebagai salah satu yang terindah dalam sejarah Piala Dunia. Brasil menang 4-1 dan "Tim Cantik" versi Pele itu pun dinobatkan sebagai raja dunia.
Dengan kemenangan ketiga itu, Brasil resmi memiliki trofi Jules Rimet secara permanen. Hal tersebut sesuai aturan FIFA bahwa negara yang tiga kali juara berhak menyimpan trofi tersebut untuk selamanya. Trofi itu pun dibawa pulang ke Rio de Janeiro dan disimpan di markas Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF).
Namun cerita trofi itu tidak berakhir bahagia. Pada 1983, trofi Jules Rimet dicuri dari gedung CBF oleh tiga orang yang dipimpin seorang bankir bernama Sergio Pereira Ayres. Bankir itu dibantu mantan polisi Chico Barbudo dan dekorator Luiz Bigode. Trofi itu tidak pernah ditemukan hingga hari ini dan diduga telah dilebur.
Setelah Piala Dunia 1970, FIFA mengganti trofi trofi Jules Rimet dengan trofi baru berbentuk dua sosok manusia mengusung bola dunia yang digunakan sejak Piala Dunia 1974 sampai sekarang.
(afr/ptr) Add
as a preferred source on Google