Persipura Respons Sanksi Tanpa Penonton dari PSSI
Persipura Jayapura merespons hukuman tanpa penonton yang dirilis Komite Disiplin PSSI terkait kisruh dalam laga playoff promosi ke Super League.
Komdis PSSI memberi hukuman kepada tim Mutiara Hitam berupa sanksi tanpa penonton selama laga kandang musim depan dan denda Rp240 juta setelah terjadi keributan yang melibatkan penonton usai laga Persipura vs Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enambe, Jayapura, Jumat (8/5).
Sanksi hukuman tanpa penonton tertulis dalam SK Komdis PSSI Nomor 246 tanggal Rabu 13 Mei 2026. Dalam SK tersebut tertulis hukuman disebabkan perilaku penonton yang diduga merusak fasilitas dan membakar mobil di area stadion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepak bola Indonesia yang lebih baik dan profesional," tulis pernyataan Persipura.
Pihak Persipura menjelaskan suporter merupakan elemen penting dalam sepak bola. Di sisi lain juga mengakui butuh perbaikan di tubuh 'pemain ke-12'.
"Namun demikian, kami juga percaya bahwa pembatasan total terhadap kehadiran penonton dan suporter bukanlah satu-satunya solusi jangka panjang. Sepak bola tanpa kehadiran pendukung akan kehilangan sebagian dari semangat, identitas, dan ikatan emosional yang menjadi jiwa dari olahraga ini."
"Yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi yang berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum - membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung. Budaya disiplin dalam sepak bola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama."
Persipura berharap pembenahan kualitas suporter bisa berlangsung dengan dukungan PSSI dalam berbagai bentuk program.
"Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepak bola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin, yang benar-benar mencerminkan semangat sepak bola Indonesia."
"Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum. Kami percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepak bola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab," lanjut pernyataan Persipura.
Dalam penutup tulisan pernyataan resmi tersebut, Persipura berharap suporter bisa menyalurkan dukungan dengan baik dan menopang tim meraih prestasi.
"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak - klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan - agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup pernyataan Persipura.
(nva/jal) Add
as a preferred source on Google