Indonesia Catat Sejarah SEAMMYS 2026, Lahirkan 6 Poin Deklarasi Bali

Kemenpora | CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 14:58 WIB
Pemerintah Indonesia menginisiasi SEAMMYS 2026 di Bali, memperkuat kolaborasi pemuda dan olahraga se-Asia Tenggara untuk menghadapi tantangan global bersama.
Foto: Arsip Kemenpora
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencetak langkah strategis dalam bidang kepemudaan dan olahraga di tingkat Asia Tenggara lewat SouthEast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 (SEAMMYS) di Bali pada 3-4 Mei 2026.

Inisiasi ini merupakan pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri menteri dan para pejabat tinggi yang membidangi pemuda dan olahraga dari seluruh negara Asia Tenggara. Tidak hanya sebagai tuan rumah, Indonesia juga menjadi inisiator penggerak kolaborasi, serta fasilitator dialog terbuka dan konstruktif antarnegara Asia Tenggara.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengaku menyadari peran penting sektor pemuda dan olahraga dalam menghadapi tantangan global, dengan mendukung ketahanan sosial, ekonomi jangka panjang, dan keterlibatan masing-masing negara di kancah internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Negara-negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi tantangan bersama dalam mengembangkan sistem olahraga yang kompetitif, industri olahraga yang berkelanjutan, serta komunitas pemuda yang tangguh di tengah perubahan sosial, teknologi, dan global yang pesat," ujar Erick.

"Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para Menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara ini, tujuannya untuk memperkuat kerja sama dan pembelajaran bersama melalui kolaborasi, pertukaran pengalaman, serta dialog kebijakan guna meningkatkan pengembangan kepemudaan dan tata kelola olahraga sesuai dengan prioritas nasional masing-masing," imbuhnya.

Forum ini turut dihadiri Menteri Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Brunai Darussalam, Dato Nazmi Mohamad; Menteri Olahraga Filipina, Jhon Patrick Gregorio; Ketua Komisi Pemuda Nasional Filipina, Joseph Francisco Jeff Ortega; Menteri Kebudayaan, Komunitas, dan Pemuda Singapura, David Neo; Menteri Pemuda, Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Timor-Leste, Nelyo Isaac Sarmento; beserta delegasi dari Kamboja, Malaysia, Myanmar, Republik Demokratik Rakyat Lao, Thailand, dan Vietnam.

SEAMMYS 2026 pun melahirkan Deklarasi Bali yang disetujui oleh seluruh negara di Asia Tenggara dengan enam poin kesepakatan sebagai berikut:

1. Berbagi pandangan bahwa olahraga memainkan peran strategis dalam mendorong perdamaian dan persatuan kawasan, pembangunan berkelanjutan, masyarakat yang sehat, serta meningkatkan visibilitas internasional Asia Tenggara. Kami menyatakan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan olahraga sebagai sarana untuk mempromosikan solidaritas, saling pengertian, dan keterlibatan konstruktif di antara masyarakat kami.

2. Mengakui perlunya memperkuat sistem olahraga prestasi tinggi melalui peningkatan pembinaan atlet, kepelatihan, ilmu keolahragaan, serta identifikasi bakat. Dalam konteks ini, kami mengakui pentingnya meningkatkan relevansi ajang olahraga multi-cabang tingkat kawasan, termasuk SEA Games, dalam mendukung pembinaan atlet dan progres menuju kompetisi internasional tingkat lebih tinggi, dengan mempertimbangkan konteks nasional dan kerangka yang telah ada.

3. Menjelajahi pendekatan kolaboratif dan berbagi informasi antar negara Asia Tenggara terkait penyelenggaraan ajang olahraga internasional besar, dengan tujuan mendorong kapasitas dan kerja sama kawasan.

4. Menegaskan kembali nilai partisipasi dalam olahraga sebagai fondasi pengembangan bakat, kesehatan masyarakat, serta promosi toleransi, rasa hormat, inklusi sosial, perdamaian, dan integrasi melalui interaksi dan pemahaman yang lebih luas antar masyarakat negara-negara Asia Tenggara.

5. Menekankan pemberdayaan pemuda melalui penguatan kemitraan yang kokoh dengan para pemangku kepentingan terkait, guna memungkinkan generasi muda berkontribusi dalam mempromosikan perdamaian, toleransi, inklusivitas, tanggung jawab bersama, dan pembangunan berkelanjutan.

6. Mengakui pemuda sebagai penggerak utama ketahanan masa depan dan inovasi di Asia Tenggara. Kami menyatakan niat bersama untuk memberdayakan pemuda, termasuk pemuda rentan, melalui olahraga dan melalui kebijakan yang menumbuhkan pemikiran kritis serta keterlibatan yang bertanggung jawab di era digital, sehingga generasi muda dapat menjadi agen bagi kesejahteraan mereka sendiri dan berpartisipasi dalam dunia yang dinamis yang terus dibentuk oleh teknologi yang berkembang, dengan karakter yang kuat dan tujuan yang jelas.

(rea) Add as a preferred
source on Google