Komite Wasit Jelaskan Gol Dewa United vs Bhayangkara di EPA Tetap Sah

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 20:10 WIB
Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menjelaskan alasan gol Dewa United ke gawang Bhayangkara FC di EPA U-20 tidak offiside dan tetap sah.
Pemain Dewa United U-20 dan Bhayangkara FC U-20 sempat ricuh di lapangan dalam laga EPA U-20. (Arsip Dewa United)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa menjelaskan alasan gol Dewa United U-20 ke gawang Bhayangkara FC U-20 di Elite Pro Academy (EPA) tidak offiside dan tetap sah.

Gol tersebut ditengarai jadi akar masalah dari kericuhan yang diwarnai aksi brutal berupa pukulan hingga tendangan kung fu. Sebab, proses gol jadi perbincangan karena berbau offside.

Namun Ogawa menjelaskan dengan rinci alasan gol tersebut tetap sah. Ia menegaskan bola tidak tersentuh oleh pemain yang berada dalam posisi offside meski arah lari yang bersangkutan menuju ke bola tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi ini jelas tidak offside karena pemain Dewa United U-20 yang dinilai offside itu hanya mengikuti bola dan pada akhirnya tidak menyentuhnya. Hingga pada akhirnya bola diambil oleh pemain Dewa United lain yang berhasil mencetak gol," kata Ogawa di Jakarta, Kamis (23/4).

Berdasarkan Law of the Game yang disusun IFAB, pada Pasal 11 Ayat 2 dijelaskan bahwa pelanggaran offside bisa diterapkan jika bola tersentuh oleh pemain yang berada dalam situasi offside. Atau meski tak menyentuh bola, pemain yang sudah lebih dulu offside menghalangi lawan.

Dalam hal ini, pemain Dewa United U-20 yang offside sama sekali tidak menyentuh bola dan mengganggu pemain Bhayangkara FC U-20.

"Lain hal ketika pada kejadian tersebut pemain Dewa United yang dinilai offside ini melakukan gangguan atau mengintervensi pemain lawan. Jika seperti itu, maka jelas offside," ujar Ogawa.

"Kenyataannya, di situasi ini pemain yang offside mengejar bola tanpa ada pemain Bhayangkara FC U-20 yang mendekat sebelum bola diambil alih oleh pemain Dewa United U-20 yang lain untuk mencetak gol."

Lebih lanjut, Ogawa mengapresiasi keputusan wasit dalam mengambil sikap terlepas dari situasi akhir pertandingan yang berjalan ricuh. Menurutnya, wasit tersebut memahami regulasi pertandingan secara utuh dan kontekstual.

"Kami sering memberikan dia kesempatan untuk bertugas di pertandingan EPA. Dia salah satu wasit yang belum punya kesempatan memimpin pertandingan [divisi] Championship."

"Karena insiden atau keputusan wasit di pertandingan ini, kami bisa mengidentifikasi bahwa dia bisa memimpin laga di tingkat selanjutnya karena pemahaman terkait sepak bola yang bagus," tukas Ogawa.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/nva) Add as a preferred
source on Google