Aldila Tak Kesulitan Adaptasi Lapangan Tanah Liat di Madrid Open
Petenis putri Indonesia, Aldila Sutjiadi mengaku tak kesulitan beradaptasi dengan lapangan tanah liat merah ketika menjalani debut sebagai pasangan dengan rekan senegaranya Janice Tjen untuk Madrid Open 2026.
Turnamen level WTA 1000 tersebut menjadi momen pertama bagi pasangan Aldila/Janice di red clay, setelah tampil di Charleston Open dengan permukaan green clay. Bagi Aldila, ini bukan pertama kalinya ia mengikuti Madrid Open, namun ini merupakan debut Janice di Caja Magica.
"Untuk red clay ini pertama kalinya, dan adjusment-nya sebenarnya tidak terlalu banyak karena memang aku sudah beberapa kali partner dengan Janice, jadi kita sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing masing," kata Aldila seperti dilansir dari Antara, Kamis (23/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menghadapi perbedaan karakter lapangan, Aldila mengaku telah melakukan adaptasi sejak di Indonesia. Ia menjalani latihan di lapangan tanah liat di Jakarta sebelum berangkat ke Madrid.
"Kemarin sempat latihan di Jakarta selama empat hari kami juga latihan di tanah liat di sana, jadi sampai di sini udah lumayan adjust sama lapangannya," kata Aldila.
Meski demikian, kondisi di Madrid dinilai memiliki tantangan tambahan karena faktor ketinggian tempat yang mempengaruhi kecepatan bola.
"Di sini karena ada altitude, jadi agak berbeda sedikit," ujar Aldila.
Berdasarkan hasil undian, Aldila/Janice akan menghadapi pasangan Martha Kostyuk/Clara Tauson pada babak pertama Madrid Open 2026 yang akan berlangsung pada Kamis sekira pukul 18.20 WIB.
Pasangan Indonesia tersebut sebelumnya tersingkir pada babak pertama Charleston Open 2026 awal bulan ini, namun mereka memiliki modal positif dengan kesuksesan meraih gelar di Chennai Open 2025.
Sebelumnya, Janice yang turun di sektor tunggal berhasil melaju ke babak kedua Madrid Open 2026 setelah mengalahkan petenis Rusia Alina Charaeva pada laga pembukanya, Rabu (22/4).
(jal/sry) Add
as a preferred source on Google