Respons I.League soal Kasus Tunggakan Gaji Pemain PSBS Biak

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 20:49 WIB
I.League selaku operator kompetisi Super League angkat bicara soal kasus tunggakan gaji pemain PSBS Biak yang mencuat ke publik.
Direktur Operasional I.League Asep Saputra (kedua dari kanan). (Dok PSSI Pers)
Jakarta, CNN Indonesia --

I.League selaku operator kompetisi Super League angkat bicara soal kasus tunggakan gaji pemain PSBS Biak yang mencuat ke publik setelah sejumlah pemain mengeluhkan keterlambatan pembayaran selama dua setengah hingga tiga bulan.

Isu tunggakan gaji itu pertama kali ramai diperbincangkan pada Rabu (15/4), ketika sejumlah pemain PSBS Biak mengunggah surat terbuka melalui fitur stories di akun Instagram pribadi. Surat tersebut ditujukan kepada manajemen PSBS Biak, operator kompetisi LIB, dan PSSI.

Dalam surat itu, para pemain menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran gaji sudah berlangsung kurang lebih tiga bulan. Mereka menyebutkan bahwa kondisi tersebut mulai berdampak serius terhadap kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keluhan itu antara lain disuarakan oleh pemain asing PSBS Biak yang berkompetisi di Super League, yakni Kadu, Ruyery Blanco, dan Mohcine Nader. Ketiganya mengunggah surat serupa sebagai bentuk pernyataan terbuka kepada pihak-pihak terkait.

Merespons hal tersebut, Direktur Operasional PT LIB Asep Saputra menyatakan bahwa pihaknya tidak menutup mata terhadap persoalan yang menimpa para pemain PSBS Biak. Menurutnya, LIB memiliki prosedur dan mekanisme komunikasi dalam menangani kasus semacam ini.

"Kita punya prosedur cara komunikasi. Kita juga melihat APPI sudah memberikan pernyataan, kita juga ada surat terbuka. Kita ada mekanismenya, karena komunikasi tidak pernah ada batasan," ujar Asep.

"Kita tunggu saja karena ini baru diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti, dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak," tambahnya.

Pertemuan dengan pemilik klub PSBS Biak disebut akan digelar dalam waktu dekat guna mencari penyelesaian atas persoalan tunggakan gaji tersebut. Menurut pihak LIB, proses penanganan kasus ini akan terus berlanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) juga telah memberikan pernyataan terkait kasus ini. APPI membenarkan adanya tunggakan gaji yang dialami para pemain PSBS Biak.

APPI berharap pihak klub dapat segera menuntaskan kewajiban pembayaran gaji para pemainnya. Penyelesaian yang cepat dinilai penting agar iklim kompetisi sepak bola di Indonesia tetap berjalan di jalur yang sehat dan profesional.

[Gambas:Video CNN]

 

(afr/jal) Add as a preferred
source on Google