Souto Buka Rahasia Bawa Timnas Futsal Indonesia ke Level Dunia
Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto menceritakan upayanya membawa level skuad Garuda melesat setelah mencapai runner-up Piala Asia Futsal 2026.
Peringkat Timnas Futsal Indonesia melonjak sembilan tingkat setelah menembus final Piala Asia Futsal 2026. Kini tim Merah Putih ada di posisi ke-15 dalam ranking FIFA untuk futsal putra.
Souto sadar, situasi ini mengubah paradigma publik terhadap futsal Indonesia. Karenanya, pelatih asal Spanyol itu berjibaku dengan waktu menyusun skuad tahap demi tahap menuju target Piala Dunia Futsal 2028.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fase pertama saat saya jadi pelatih [Timnas Futsal Indonesia] adalah Piala Asia [Futsal 2026]. Saat ini adalah waktunya berinvestasi untuk masa depan," kata Souto di Jakarta, Rabu (1/4).
"Kami ingin mempersiapkan pemain di Timnas untuk siap ke momen penting di Kualifikasi Piala Asia 2028 dan semoga bisa lolos ke Piala Dunia 2028," ia menambahkan.
Di tengah perjalanan menuju Piala Dunia Futsal 2028, Souto ingin Timnas Futsal Indonesia fokus pada setiap turnamen yang dijalani dari tahun ke tahun.
Terdekat ada Piala AFF Futsal 2026 (April) dan Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG) pada November hingga Desember.
Selain itu, Souto juga merencanakan tim untuk berangkat ke Spanyol dan Brasil untuk mengikuti turnamen undangan. Ia berharap, Timnas Futsal Indonesia bisa berkembang dengan menghadapi situasi kelas dunia di kiblat futsal level global.
"Sekarang kami mulai dari awal lagi. Seperti yang saya katakan, tahun ini kami ingin memperkenalkan pemain baru. Hal penting lainnya adalah kami akan membawa tim ke Spanyol pada Agustus dan Brasil di bulan Oktober," ucap Souto.
"Momen ini adalah kunci bagi pemain karena akan jadi kali pertama mereka terbang ke Spanyol untuk ikut turnamen dan menghadapi klub-klub kuat yang tampil di Liga Champions. Dan ketika ke Brasil, jika jadi berangkat, kami akan berjumpa dengan 10 tim nasional top di sana. Tentu ini akan jadi tantangan. Yang bisa kami lakukan adalah menembus batas karena tidak ada sulap [dalam sebuah proses] di sini," ucap Souto menambahkan.
(ikw/ikw/rhr) Add
as a preferred source on Google