Respons Malaysia usai Disanksi AFC Kalah 0-3 dan Tak Lolos Piala Asia

CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 19:25 WIB
Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menerima sanksi kalah 0-3 dari AFC akibat penggunaan pemain tidak sah, tetapi mempertimbangkan banding.
FAM hendak melakukan banding putusan kalah 0-3 AFC sambil menunggu putusan resmi. (Dok. FAM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Federasi sepak bola Malaysia (FAM) merespons putusan Komite Disiplin dan Etik AFC yang menjatuhkan sanksi kalah 0-3.

Malaysia dinyatakan kalah 0-3 dalam pertandingan Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Nepal dan Vietnam. Sebelumnya, laga itu berakhir dengan kemenangan 2-0 dan 4-0.

Akibat dinyatakan kalah 0-3 dalam dua laga itu, Malaysia dipastikan tidak lolos ke Piala Asia 2027. Hilangnya enam poin ini membuat Malaysia menjadi runner up Grup F dengan sembilan poin. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memang masih ada satu pertandingan lagi, melawan Vietnam pada akhir bulan ini, tetapi hasilnya sudah tidak berpengaruh, sebab kini Vietnam mengoleksi 15 poin.

Sanksi kalah 0-3 dan denda ini diberikan AFC kepada FAM karena menggunakan pemain yang tidak sah. Dalam hal ini Malaysia menggunakan jasa pemain naturalisasi bermasalah.

Awalnya pemain naturalisasi Malaysia tidak terkendala dalam proses pengubahan status konfederasi. Namun, belakangan FIFA menyebut ada pemalsuan data. 

Pemalsuan data pemain naturalisasi ini yang membuat FIFA menjatuhkan sanksi, dilanjutkan sanksi tambahan dari AFC. Upaya FAM menggugat ini di CAS juga ditolak.

Mengenai putusan AFC terkait kalah 0-3 dari Nepal dan Vietnam, FAM dengar hormat menerimanya. Namun demikian FAM mengajukan penjelasan tertulis ke AFC untuk langkah lanjutan.

"FAM akan membuat permohonan tertulis untuk mendapatkan alasan keputusan Komite Disiplin dan Etik AFC sebelum mempertimbangkan langkah selanjutnya [banding," tulis FAM di laman resmi.

Berarti pula FAM berencana mengajukan banding putusan sanksi tersebut. Namun upaya banding itu tergantung dari penjelasan tertulis AFC soal sanksi yang dibebankan. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/nva) Add as a preferred
source on Google