Hanif Sjahbandi Curhat Sulitnya Jadi Presiden APPI

CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 09:30 WIB
Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Hanif Sjahbandi mencurahkan isi hatinya soal kesulitan memimpin organisasi pemain di Indonesia.
Hanif Sjahbandi cerita soal tantangan jadi Presiden APPI. (CNNIndonesia.com/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) Hanif Sjahbandi mencurahkan isi hatinya soal kesulitan memimpin organisasi pemain di Indonesia.

Hanif baru menjabat sebagai orang nomor satu di APPI pada 30 Desember 2025 untuk periode 2026-2029. Pemain Persija Jakarta itu didampingi oleh kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata sebagai wakil.

"Luar biasa susah [jadi presiden APPI]. Karena ini hal baru buat saya. Sebelumnya masalah cuma ada di lapangan ketika ketemu lawan. Tapi sekarang berhadapan dengan masalah di luar lapangan yang bukan kebiasaan saya," kata Hanif di Jakarta, Kamis (5/3).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski mengaku sulit gelandang 27 tahun itu merasa berorganisasi memberinya segudang pelajaran penting. Persoalan yang kerap dialami pemain seperti tunggakan gaji atau hal-hal yang berkaitan di luar gelanggang turut jadi perhatiannya saat ini.

"Ini pengalaman baru. Bukan karena ini di luar kebiasaan, tapi saya akan bisa karena terbiasa. Memang belum sempurna tapi saya akan berusaha sebaik mungkin," ujarnya.

"Ketika terjun di sini, saya jadi tahu bagaimana proses hukum berjalan. Lalu penagihan gaji kemana dan segala macam," ia menambahkan.

Lebih lanjut, Hanif mengakui masalah yang dialami pesepakbola di Indonesia masib berkutat soal gaji. Selain itu, ada persoalan bak 'puncak gunung es' persoalan upah di level divisi bawah.

"Masalah [gaji] terutama di liga-liga bawah. Soal gaji, kontrak, kompensasi yang bukan rahasia lagi. Itu kenyataan yang harus dihadapi," ucapnya.

Bentuk dukungan yang dapat diberi APPI, kata Hanif, adalah pendampingan hukum. Selain digawangi oleh pesepakbola aktif, APPI juga diisi praktisi hukum yang cakap di bidangnya.

"APPI tetap berusaha maksimal untuk memberi yang terbaik kepada pemain di Indonesia," tegas Hanif.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ikw/jun)