IOC Akan Selidiki Infantino, Langgar Piagam Olimpiade usai Gabung BoP
Komite Olimpiade Internasional (IOC) hendak menyelidiki dugaan Presiden FIFA Gianni Infantino melanggar Piagam Olimpiade.
Penyelidikan tersebut diutarakan Presiden IOC Kirsty Coventry setelah Infantino memutuskan FIFA bergabung dalam program Board of Peace (BoP) buatan Donald Trump.
Dalam acara BOP di Washington DC, Kamis (19/2), Infantino dikelilingi politisi mengenakan topi merah bertuliskan USA di bagian depan dan angka 45-47 pada bagian samping.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
FIFA, sebagaimana rilis resmi, juga memutuskan terlibat dalam agenda yang dirancang BoP. Organisasi sepak bola dunia ini akan terlihat dalam agenda politik di Gaza, Palestina.
Tindakan Infantino atas nama FIFA, yang juga berulang kali terlibat dalam kegiatan politik Trump, dinilai IOC melanggar Piagam Olimpiade. Piagam ini menyebut anggotanya bebas muatan politik.
Dalam Piagam Olimpiade disebutkan, setiap anggotanya 'harus bertindak secara independen dari kepentingan politik dan komersial'. Infantino dinilai melenceng dari garis demarkasi ini.
Setiap anggota IOC juga 'tidak menerima "dari pemerintah, organisasi, atau pihak lain", mandat atau instruksi apa pun yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan memilih mereka.'
Karena itu, IOC diminta melakukan tindakan. Hal ini langsung ditanyakan kepada Coventry di sela-sela kegiatannya meninjau pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Milan, Italia.
"Piagam Olimpiade sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari para anggotanya dan kami akan menyelidiki dugaan penandatanganan dokumen tersebut," kata Coventry, Jumat (19/2).
"Sekarang, setelah kalian memberi tahu kami tentang hal itu [Gianni Infantino bergabung dalam BoP buatan Donald Trump, kami akan kembali dan memeriksanya," ujarnya di Milan.
Selain Infantino, beberapa IOC member yang terikat Piagam Olimpiade adalah Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani (Emir Qatar), Putri Reema (Duta Besar Arab Saudi), dan Erick Thohir (Menpora Indonesia).
(abs/ptr)