7 Pemain yang Pernah Mengalami Pelecehan Rasial seperti Vinicius
Vinicius Junior, penyerang Real Madrid, menjadi salah satu korban pelecehan rasial paling menonjol dalam pertandingan sepak bola.
Pemain asal Brasil tersebut diduga mendapat perlakukan rasialis dalam pertandingan Benfica versus Real Madrid di babak play-off 16 besar Liga Champions Eropa, Selasa (17/2).
Pemain muda Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni, dituduh melontarkan hinaan rasialis serupa kata 'monyet'. Laga ini dihentikan sejenak berdasarkan protokol anti-rasialisme FIFA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prestianni membantah tuduhan tersebut. Karena itu UEFA melakukan investigasi, apakah ucapan Prestianni dari balik kaus bernada rasialis atau tidak, sebelum menjatuhkan sanksi.
Kisah Vinicius ini bukanlah kali pertama. Sudah banyak kejadian serupa terjadi di lingkungan sepak bola. Berikut sembilan kasus rasialisme yang pernah terjadi sebelumnya.
1. Bukayo Saka
Saka menjadi sasaran rasialis di media sosial. Itu terjadi setelah gagal mencetak gol penalti pada final Piala Eropa 2020. Pesan kebencian, termasuk hinaan rasial, membanjiri media sosialnya.
2. Marcus Rashford
Sama seperti Saka, Rashford mendapat perlakuan rasial usai kekalahan Inggris di Piala Eropa 2020. Warna kulit Rashford menjadi bahan hinaan suporter Inggris yang kecewa usai gagal di final.
3. Jadon Sancho
Anggota lain dari skuad Inggris di Piala Eropa 2020, Sancho, juga mendapat pelecehan rasialis. Media sosial Sancho menjadi sasaran ungkapan kebencian dari para suporter Inggris yang kecewa.
4. Mike Maignan
Kiper AC Milan, Mike Maignan, mengaku mengalami pelecehan rasialis dari para penggemar sepak bola Italia. Bahasa rubuh rasialis sering dialaminya dalam pertandingan Serie A.
5. Kalidou Koulibaly
Selama membela Napoli, Koulibaly menjadi sasaran nyanyian rasialis pendukung Lazio. Karena fans klub tak kunjung berubah atas teguran, sanksi berat akhirnya dijatuhkan kepada klub.
6. Glen Kamara
Saat bermain untuk Rangers dalam pertandingan Europa League, Kamara mengalami ejekan rasialis dari suporter lawan. Karena aksi tersebut lawan Rangers mendapat sanksi dari UEFA.
7. Mario Balotelli
Balotelli mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami pelecehan rasial saat bermain di Uni Emirat Arab, dengan ejekan yang merujuk pada stereotip rasial.
(abs/jun)