Pelatih Persija mulai Sering Marah-marah, sejak Kalah dari Persib

CNN Indonesia
Jumat, 20 Feb 2026 10:33 WIB
Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, terdengar kesal saat ditanya tentang pemain baru menjelang laga melawan PSM Makassar.
Mauricio Souza kian sering marah-marah setelah kalah dari Persib pada 11 Januari 2026. (CNN Indonesia/Muhammad Ikhwanuddin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Persija Jakarta Mauricio Souza semakin sering terdengar atau terlihat marah-marah sejak kekalahan dari Persib Bandung.

Persija kalah 0-1 dalam laga tandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada 11 Januari 2026. Setelah pertandingan tersebut, Souza semakin sering terdengar marah-marah. 

Terbaru, Souza sewot dalam jumpa pers sebelum pertandingan melawan PSM Makassar di Jakarta International Stadium (JIS), Kamis (19/2) malam. Nada suaranya tiba-tiba meninggi.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam konferensi pers itu pelatih asal Brasil ini ditanya apakah pemain yang baru direkrut, seperti Jean Motta, Cyrus Margono, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra strater saat melawan PSM.

"Jadi, kalian bicara terus tentang pemain baru. Sepertinya pemain yang baru datang itu lebih baik dari pemain sebelumnya," kata Souza dengan nada tak seramah biasanya.

"Jadi, seakan-akan kami harus pasang pemain baru untuk memuaskan wartawan dan suporter. Jadi, saya yang akan menentukan siapa yang main siapa yang tidak," ucapnya dengan nada ketus.

Menurut mantan pelatih Madura United ini, pemain yang baru datang ke klub kondisinya berbeda-beda. Ada yang perlu memulihkan kondisi, ada juga yang perlu waktu adaptasi.

"Jadi kalian perlu tahu pemain-pemain itu mungkin tidak main lama di tempat lain. Kalau kita bicara terus pemain baru, cek dulu kondisi pemain itu sebelum datang ke Persija."

"[Shayne] Pattynama itu pemain bagus. Dony [Tri Pamungkas] pemain bagus. Jadi saya tidak bisa keluarkan Dony dan atau siapapun untuk puaskan orang lain," katanya menjelaskan.

Souza menegaskan, nama besar tidak menjadi jaminan. Yang utama, menurut Souza, saat pemain dibutuhkan tim, ketika itulah sang pemain akan dipilih masuk di lapangan.

"Tidak ada yang main hanya karena nama saja. Saya kasih dia main karena dia berhak. Jadi hargai pemain yang sudah ada. Ketika saya berpikir dia harus main, maka dia harus main," katanya.

Terlepas dari itu, Dalam beberapa pekan terakhir, Souza mulai sering marah-marah. Setelah kekalahan dari Persib Bandung, psikologis Souza tidak sama seperti sebelumnya. 

[Gambas:Video CNN]

(abs)