John Herdman Transformasi Kanada, Bisakah Reformasi Timnas Indonesia?

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 09:22 WIB
Dengan pengalaman sukses bersama tim nasional Kanada, bisakah Jhon Herdman diharapkan membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia?
John Herdman menatap era baru bersama Timnas Indonesia. (AFP/Miguel Medina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Timnas Indonesia akan memasuki era dan tantangan baru dengan hadirnya pria asal Inggris yang lama di Kanada, John Herdman.

Herdman resmi diumumkan sebagai pelatih Timnas Indonesia pada Sabtu (3/1) dan rencananya diperkenalkan ke publik pada Selasa (12/1), jika tidak ada kendala.

Kehadiran pria 50 tahun ini disambut dengan antusias sekaligus was-was. Ada banyak yang antusias, sebab era kegelapan pelatih sebelumnya, yang pernah mendapat puja-puji, telah runtuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Curriculum Vitae (CV) Herdman juga meyakinkan. Ia memulainya dari tim nasional putri Selandia Baru, tim nasional putri Kanada, lantas tim nasional Kanada, dan terakhir Toronto FC.

Kanada, yang awalnya bukan negara kuat di lingkup kontinental, kini menjadi salah satu kekuatan dunia. Setidaknya masuk 30 besar. Herdman adalah salah satu pemasang pondasinya.

Bisakah Indonesia mengalami nasib, setidaknya, sama dengan Kanada, yang awalnya tim kurcaci pentas benua, menjadi lebih diperhitungkan di level benua bahkan dunia?

Pada 28 Februari 2012, New York Times menulis, Herdman akan mentransformasi sepak bola Kanada. Prediksi tersebut benar terjadi. Herdman membawa Kanada ke level berbeda.

"Jika [Alphonso] Davies adalah wajah sepak bola di suatu negara, Herdman adalah otak di baliknya," tulis New York Times untuk menggambarkan bagaimana idealisme Hedrman bekerja.

Sebagai mantan guru sekolah dasar, pelatih akademi Sunderland, dan dosen di universitas, Herdman punya cukup wawasan dan alasan untuk mengisi hari-harinya di Indonesia.

Herdman yang awalnya pengguna 4-4-2 juga telah bertransformasi menjadi pemakai 3-4-3. Ia tidak kaku dengan transformasi; reformasi; bahkan revolusi di sepak bola.

Talenta Herdman sebagai motivator di ruang ganti pun diakui. Dikisahkan, Herdman sempat berbeda pendapat dengan kapten tim (Scott Arfield) tentang pendekatan pertandingan.

"Dengar, kita berencana mendaki gunung atau berjalan menanjak. Jika itu bukan untukmu, tinggalkan ban kapten di sini dan saya akan mencari orang yang ingin mendaki gunung."

Itu kata-kata yang diucapkan Herdman ke Arfield. Dan, benar saja, Kanada bisa memecahkan rekor gol ke gawang Kepulauan Virginia sebagaimana dirancang oleh Herdman.

Akankah hal sama akan terukir bersama tim Garuda? Masih terlalu dini untuk menjawab. Yang pasti, Herdman jangan terlalu direcoki agar kinerjanya bisa berjalan baik.

[Gambas:Video CNN]

(abs/ptr)