"Saat ini adalah [tugasnya] aparat hukum kepolisian Malaysia. Kalau minta bantuan kami tentu kami akan berikan bantuan karena kami punya monitoring cyber patrol 24 jam sehari, tujuh hari seminggu," ujarnya, ditemui di JX International Surabaya, Sabtu (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syed Saddiq mengaku belum tahu apakah kasus pengeroyokan itu berhubungan dengan pertandingan sepakbola itu atau tidak.
Johnny mengatakan saat ini kasus itu telah dilaporkan dan ditangani kepolisian setempat. Ia pun menilai Syed sempat mendahului hasil pemeriksaan kepolisian lewat komentar hoaksnya itu.
"Nanti polisi yang akan menentukan hoaks apa bukan. Kalau ternyata polisi bilang itu kejadian benar, itu kan berarti dia (Syed) mendahului aparat keamanan atau pejabat penyelidik setempat," kata Johnny, politikus Partai NasDem itu.
Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono membenarkan ada penusukan WNI di Bukit Bintang, Malaysia, sehari sebelum laga Malaysia vs Indonesia, di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11).
"Jadi warga negara kita sebagai korban di sana," tambahnya di Jakarta pada Jumat (22/11).
(frd/arh)