Fakhri Husaini: Ponsel Musuh Terbesar Pemain Muda

CNN Indonesia | Senin, 22/04/2019 19:07 WIB
Fakhri Husaini: Ponsel Musuh Terbesar Pemain Muda Fakhri Husaini (tengah) bersama Rendy Juliansyah (kiri) dan Hamsa Lestaluhu. (Dok. PSSI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelatih Timnas Indonesia U-19 Fakhri Husaini menganggap telepon genggam sebagai musuh terbesar pemain muda dan dapat merusak prestasi jika tidak digunakan secara bijak.

Fakhri yang sudah menangani pemain muda dalam kurun empat tahun belakangan berharap ada kesadaran dari pesepakbola belia untuk menjaga diri demi kesuksesan masa depan.

"Handphone adalah musuh terbesar pemain muda. Jadi harus pintar dan bijak memakainya. Orang tua juga harus mengawasi," ujar Fakhri dikutip dari Antara.


Ketika menangani Timnas Indonesia U-16, mantan gelandang Timnas Indonesia itu juga menerapkan pembatasan penggunaan telepon seluler kepada Amiruddin Bagus Kahfi dan kawan-kawan baik dalam pemusatan latihan nasional maupun pada saat mengikuti turnamen.

Fakhri Husaini: Ponsel Musuh Terbesar Pemain MudaFakhri Husaini bersama pemain-pemain Timnas Indonesia U-16 pada 2018. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Dengan pembatasan ponsel tersebut, Fakhri berharap pemain tidak terbuai dengan pujian di media sosial sekaligus terpukul dengan beragam komentar dari netizen. Selain itu Fakhri juga menginginkan anak asuhnya lebih membaur dalam kebersamaan dan tidak egois.

Fakhri kini tengah dalam persiapan jelang Piala AFF U-18 yang akan berlangsung Agustus 2019 dan kualifikasi Piala Asia U-19 pada September mendatang.

Fakhri Husaini: Ponsel Musuh Terbesar Pemain Muda
Mantan pemain Pupuk Kaltim Bontang itu akan melakukan seleksi kepada 43 pemain yang sudah dijaring PSSI sebelum berangkat ke Inggris memantau mantan anak asuhnya di Timnas Indonesia U-16 yang tergabung dalam proyek Garuda Select.

"Pemain yang terjaring itu berasal dari tim pemandu bakat pimpinan Direktur Teknik PSSI, Danurwindo. Saya akan menyeleksi mereka terlebih dahulu. Pemain itu terjaring lewat tim pemandu bakat PSSI dari kompetisi Elite Pro Academy U-16 dan Liga 1 U-19 tahun lalu," ujar Fakhri dikutip dari situs resmi PSSI.

"Setelah itu, saya akan berangkat ke Inggis untuk melihat pemain-pemain yang merupakan mantan pemain Timnas Indonesia U-16. Bagaimana perkembangan mereka di sana, apa yang sudah mereka dapatkan disana seperti apa," sambungnya.

Fakhri juga menjelaskan pelatnas baru akan berlangsung Juli diikuti pemain-pemain terpilih. (antara/ptr)