LAPORAN DARI VIETNAM

Tepis Penalti Lawan, Dimas Drajad Tak Terpikir Ganti Posisi

CNN Indonesia | Rabu, 27/03/2019 15:12 WIB
Tepis Penalti Lawan, Dimas Drajad Tak Terpikir Ganti Posisi Pemain Timnas Indonesia U-23, Dimas Drajad, mengaku masih ingin menjadi penyerang. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo)
Hanoi, CNN Indonesia -- Dimas Drajad mengaku ingin tetap menjadi penyerang meski jadi pahlawan Timnas Indonesia U-23 sebagai kiper saat melawan Brunei Darussalam di laga terakhir Grup K Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Stadion My Dinh, Selasa (26/3).

Dimas mementahkan penalti Naziruddin Haji Ismail pada injury time babak kedua. Tendangan Naziruddin ke sisi kiri gawang Timnas Indonesia U-23 bisa diblok dengan baik oleh Dimas.

Timnas Indonesia U-23 pun terhindar dari hasil imbang dan meraih kemenangan pertama sekaligus terakhir di Grup K. Poin penuh membuat Garuda Muda berada di peringkat ketiga klasemen dengan tiga poin.


Sebelum menjadi pahlawan Timnas Indonesia U-23, Dimas lebih dahulu menjadi pencetak gol ke gawang Brunei pada menit ke-30. Dimas membobol gawang Brunei memanfaatkan assist Witan Sulaeman.

Dimas mengaku pernah iseng-iseng berlatih menjadi kiper bersama rekan-rekannya di Timnas Indonesia U-23. Kendati demikian ia tidak pernah mleakoni latihan khusus. Oleh karena itu meski menjadi pahlawan timnya saat menjadi kiper, Dimas tetap enggan mengganti posisinya untuk bertugas di bawah mistar.

"Ya saya tetap ingin jadi striker lah," ucap Dimas.

Dimas Drajad: Saya Ingin Tetap Jadi StrikerPenyerang Timnas Indonesia U-23, Dimas Drajad, mencetak satu gol dan menggagalkan satu penalti saat melawan Brunei Darussalam. (Dok. Istimewa)
"Saya belum pernah latihan, tapi saya punya firasat untuk menjadi kiper," Dimas menambahkan.

Dimas yang kini bermain untuk PS TIRA Persikabo menilai ada perbedaan antara penalti pertama dengan penalti kedua yang dihadapinya. Timnas Indonesia U-23 mendapat hukuman penalti pertama lantaran kiper Muhammad Riyandi melakukan pelanggaran terhadap Azreen Eskander dan berbuah kartu kuning untuk sang penjaga gawang.

Dimas Drajad: Saya Ingin Tetap Jadi Striker
Riyandi bisa menepis eksekusi Muhammad Nur Asyraffahmi. Akan tetapi penyelamatan itu menghasilkan kartu kuning kedua untuk Riyandi. Karena sudah melakukan tiga pergantian pemain, Timnas Indonesia U-23 tidak memiliki pilihan selain menjadikan pemain lapangan sebagai kiper dadakan.

Dengan inisiatif yang tinggi Dimas Drajad pun menjadi kiper. Akan tetapi ia tidak bisa menghalau penalti Brunei. Tendangan Azim Izamuddin Suhaimi ke sisi atas tak bisa dijangkau Dimas.

"Kalau yang pertama bolanya susah. Tapi yang kedua saya tahu arah bolanya, jadi saya bisa tebak," ucap Dimas.

Penyerang 21 tahun kelahiran Gresik itu hanya bisa bersyukur dengan kinerjanya saat melawan Brunei. Selain menjadi penyelamat Garuda Muda, Dimas juga pencetak gol pertama Timnas Indonesia U-23 di ajang ini. Saat melawan Thailand dan Vietnam, tim asuhan Indra Sjafri gagal tak bisa menyarangkan gol ke gawang lawan.

"Alhamdulillah bersyukur bisa mencetak gol pertama bagi Timnas Indonesia U-23 di [Kualifikasi] Piala Asia," tutur Dimas. (sry/jal)




BACA JUGA