LAPORAN DARI VIETNAM

Ayah Ezra Walian Geram Putranya Absen di Timnas Indonesia U23

CNN Indonesia | Selasa, 26/03/2019 02:51 WIB
Ayah Ezra Walian Geram Putranya Absen di Timnas Indonesia U23 Ezra Walian terganjal masalah administrasi untuk memperkuat Timnas Indonesia U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Hanoi, CNN Indonesia -- Ayah Ezra Walian, Glenn Walian, mengaku kecewa mendengar anaknya tidak bisa memperkuat Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2020 di Vietnam.

Ezra gagal membela Garuda Muda lantaran terganjal persyaratan dari FIFA. Pemain 21 tahun itu pun hanya bisa menyaksikan rekan setimnya berlaga di lapangan dari tribune penonton.

Kendati demikian, penyerang RKC Waalwijk itu tetap berada di Vietnam bersama Saddil Ramdani dan kawan-kawan. Dalam setiap sesi latihan Ezra juga selalu dilibatkan pelatih Indra Sjafri. Bahkan, dalam laga melawan Vietnam, Minggu (24/3), Ezra terlihat memainkan bola dari pinggir lapangan di depan bangku cadangan Timnas Indonesia U-23.


Melihat nasib anaknya yang tidak bisa bermain untuk Timnas Indonesia U-23 di ajang Kualifikasi Piala Asia U-23, Glenn Walian, mengaku sedih dan emosi. Ia juga mengatakan Ezra tidak menangis dalam menghadapi masalahnya tersebut.

Ezra Walian hanya bisa memberikan dukungan untuk Timnas Indonesia U-23 di tribune stadion dalam ajang kualifikasi Piala Asia U-23 2020. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
"Ezra tidak menangis. Dia anak yang baik. Saya juga tidak bisa marah, tapi saya kecewa dengan situasi ini. Saya juga ke sini meninggalkan bisnis di Belanda," ujar Glenn kepada wartawan.

"Dia selalu bisa memendam permasalahannya di dalam hati. Ezra bukan pemain bermulut besar. Timnas Indonesia penting, tapi masih ada lagi yang lebih penting di dalam hidup ini," Glenn menambahkan.

Terkait peluang Ezra membela Timnas Indonesia di turnamen ke depannya, Glenn merasa sangat optimistis. Menurut Glenn, masalah administrasi Ezra akan segera selesai dalam beberapa bulan ke depan.

"Saya pikir baik-baik saja. Saya pikir kami hanya membutuhkan satu atau dua bulan untuk mengurusnya. Tapi kita harus mengikuti aturan yang ada," ucap Glenn.

"AFC dan FIFA juga sudah setuju, ada beberapa pemain yang jadi contoh bermain di tim junior lalu main di timnas senior di negara lain karena warga negara dia Indonesia," Glenn melanjutkan.

Salah satu alasan Glenn yakin Ezra bisa memperkuat Timnas Indonesia di masa mendatang karena banyaknya kasus yang sama dengan pemain kelahiran Amsterdam, Belanda itu.

"Saya pikir dengan banyaknya contoh itu maka akan mungkin [untuk Ezra]. Kami harus mengikuti aturan," tutur Glenn. (sry/jal)